Home Headline Jenazah PMI Asal Desa Singgahan Pulung Ponorogo Tiba di Rumah Duka: Sempat...

Jenazah PMI Asal Desa Singgahan Pulung Ponorogo Tiba di Rumah Duka: Sempat Terkendala Biaya Pemulangan dari Majikan

0

PULUNG, Media Ponorogo — Perjalanan panjang Sri Wahyuni (51) sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia harus berakhir duka.

Setelah sekitar 20 tahun merantau di negeri jiran, ia kembali ke tanah kelahirannya di Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, dalam keadaan meninggal dunia akibat sakit pada 6 Agustus 2026.

​Namun, proses kepulangan jenazah almarhumah pada Sabtu (8/8/2026) malam sempat menghadapi hambatan.

Pihak keluarga di kampung halaman dibuat cemas karena majikan di Malaysia sempat meminta sejumlah uang sebagai biaya pemulangan jenazah. Kondisi ini tentu menjadi beban berat bagi keluarga yang tengah berduka.

​Beruntung, persoalan tersebut dapat diselesaikan berkat gerak cepat dan koordinasi lintas instansi. Sejumlah pihak turun tangan untuk memastikan almarhumah bisa dipulangkan tanpa membebani keluarga secara finansial.

​Penanganan pemulangan ini melibatkan KBRI di Malaysia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), BP3MI Jawa Timur, P4MI Madiun, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ponorogo, Pemerintah Desa Singgahan, serta Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) Kabupaten Ponorogo. Sinergi ini memastikan seluruh hak almarhumah diperjuangkan dengan baik.

​Ketua KOPI Kabupaten Ponorogo, Tohary, mengungkapkan bahwa kolaborasi antarlembaga sangat krusial dalam menghadapi kasus pemulangan PMI agar keluarga tidak dirugikan atau terbebani biaya di luar ketentuan.

​Sementara itu, perwakilan keluarga, Agus, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan sejak dari luar negeri hingga jenazah tiba di rumah duka.

​”Terima kasih kepada KBRI Malaysia, KP2MI, BP3MI Jawa Timur, P4MI Madiun, Disnaker Kabupaten Ponorogo, Pemdes Singgahan, KOPI Kabupaten Ponorogo, dan semua pihak yang telah membantu keluarga kami,” ujar Agus.

​Setibanya di rumah duka Desa Singgahan sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah langsung disalatkan.

Usai rangkaian prosesi di rumah duka, jenazah kemudian diberangkatkan ke pemakaman umum setempat dan dimakamkan sekitar pukul 21.00 WIB diiringi doa keluarga serta para pelayat. (ary/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here