JETIS, Media Ponorogo – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Ponorogo resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Masa Ta’ruf Murid Madrasah (Mata Muda) dan Orientasi PBB Tahun Ajaran 2026.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 13 Juli hingga 17 Juli 2026 ini dipungkasi dengan gelaran Pawai Ta’ruf yang meriah sekaligus aksi sosial pembagian sembako bagi masyarakat sekitar.
Kepala MTsN 1 Ponorogo, Taufik Effendy, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa hari terakhir pelaksanaan Mata Muda sengaja dikemas dalam bentuk Pawai Ta’ruf.
Selain sebagai wadah penutupan yang rekreatif, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana promosi untuk mengenalkan berbagai program unggulan madrasah kepada masyarakat luas.
“Hari ini merupakan puncak sekaligus penutupan dari kegiatan Mata Muda dan Orientasi PBB 2026. Kami mengemasnya dalam bentuk Pawai Ta’ruf dengan tujuan menyosialisasikan dan mempromosikan kepada masyarakat luar bahwa MTsN 1 Ponorogo memiliki beragam program unggulan yang berkualitas,” ujar Taufik Effendy saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Kenalkan Enam Program Unggulan dan Kelas Mahad
Dalam iring-iringan pawai tersebut, para siswa baru dikelompokkan berdasarkan program-program yang mereka ikuti dengan mengenakan atribut khas masing-masing.
Taufik memaparkan, saat ini MTsN 1 Ponorogo memiliki 6 program unggulan utama, yaitu: Program Sains, Program Riset. Program Bahasa, Program Tahfidz, Program Olahraga dan Program Multimedia.
Selain keenam program tersebut, madrasah juga mengunggulkan Program Mahad (Asrama).
Untuk memberikan gambaran visual yang jelas kepada masyarakat, barisan siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok (moving) mengenakan pakaian atau seragam khusus, mulai dari seragam olahraga, baju anak polis (Anak Polis/Keamanan), hingga seragam pencak silat.
Rute Pawai dan Aksi Sosial Bhakti Masyarakat
Pawai Ta’ruf ini mengambil rute di seputaran wilayah madrasah. Rombongan pawai bergerak seputar Jetis seperti melewati Jembatan Sirotol Mustaqim & Masjid Tegalsari sampai ke titik akhir di sekolah.
Tidak hanya sekadar berkeliling, MTsN 1 Ponorogo juga menyelipkan aksi nyata kepedulian sosial di sepanjang rute yang dilalui.
Pihak madrasah membagikan sedikitnya 100 lebih paket sembako bantuan sosial (baksos) yang menyasar para penarik becak serta warga yang membutuhkan di sepanjang jalan.
“Kami juga memanfaatkan momentum keliling ini untuk berbagi. Ada sekitar seratusan lebih paket sembako yang kami bagikan sebagai wujud santunan dan kepedulian anak-anak serta madrasah kepada lingkungan sekitar, seperti para abang becak,” tambahnya.
Kepercayaan Masyarakat Tetap Stabil
Pada tahun ajaran 2026 ini, jumlah siswa baru yang terdaftar dan mengikuti kegiatan Matsama tercatat sebanyak 320 siswa.
Jumlah ini menunjukkan tingkat kepercayaan (trust) masyarakat Ponorogo yang tetap tinggi dan stabil dari tahun ke tahun terhadap mutu pendidikan di MTsN 1 Ponorogo.
Taufik mengakui, animo pendaftar yang masuk sebenarnya jauh melebihi kuota yang tersedia, yakni mencapai 500-an calon siswa.
Namun, karena keterbatasan daya tampung kelas yang hanya berjumlah 10 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 32 siswa per kelas, madrasah harus membatasi penerimaan sesuai kuota ideal 320 siswa.
“Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terus bertahan. Setiap tahun pendaftar selalu surplus hingga 500-an lebih, namun kami tetap konsisten mengambil 320 siswa sesuai kapasitas 10 kelas yang kami miliki. Hal ini menjadi pemacu bagi kami untuk terus berbenah, meningkatkan kemampuan akademik maupun non-akademik,” jelasnya.
Melalui orientasi Matamuda yang komprehensif ini, Taufik berharap para siswa baru tidak hanya mengenal lingkungan fisik madrasah, para guru, dan staf administrasi saja, melainkan juga mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat sekitar sekolah.
Pihak madrasah berkomitmen untuk terus mendongkrak prestasi siswa, baik di bidang akademik seperti Kompetisi Sains Nasional (OSN) maupun di bidang non-akademik lainnya, demi menjaga dan meningkatkan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat. (mas)














































