Home Birokrasi Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin, Bunda Lisdyarita: Ponorogo Jawa Premium

Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin, Bunda Lisdyarita: Ponorogo Jawa Premium

0

SOMOROTO, Media Ponorogo – Kawasan Monumen Bantarangin, Somoroto, Kauman, Ponorogo, dipenuhi lautan manusia pada Kamis (16/7/2026).

Ribuan masyarakat tumpah ruah untuk menyaksikan kemegahan prosesi Kirab Budaya dalam rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026.

​Suasana sakral dan khidmat menyelimuti area panggung utama saat Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, secara resmi melepas kirab budaya.

Momen puncak acara diisi dengan penyerahan pusaka secara simbolis kepada tokoh yang mengusungnya dalam iring-iringan kirab, sebuah ritual yang menjadi pengingat akan sejarah besar Kerajaan Bantarangin sebagai salah satu pilar lahirnya seni Reog Ponorogo.

​Dalam sambutannya, Hj. Lisdyarita mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme luar biasa dari masyarakat dan para pelaku UMKM.

​”Alhamdulillah, perkembangan Grebeg Tutup Suro tahun 2026 ini sangat luar biasa. UMKM dari ujung ke ujung semuanya penuh. Ini membuktikan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar seremoni, melainkan motor penggerak ekonomi kemasyarakatan,” ujar Lisdyarita di hadapan ribuan hadirin.

​Ia pun menyinggung tren positif Ponorogo di kancah digital, di mana daerah ini kini kerap dijuluki sebagai “Jawa Premium”.

Menurutnya, ketika sektor pariwisata bergerak, ekonomi kreatif warga akan turut tumbuh, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ponorogo secara luas.

​Sinergi Lintas Sektor
​Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi kuat antara jajaran kepala dinas, camat se-Eks Pembantu Bupati (PB) Sumoroto, kepala desa, manajemen RSUD, hingga lintas sektor di Kecamatan Kauman.

​Hadir dalam kehormatan tersebut, Bupati Ponorogo periode 2010–2015, Haji Amin beserta Ibu. Kehadiran beliau menjadi simbol berkelanjutannya api kecintaan terhadap budaya di Bumi Reog.

​”Melalui Kirab Budaya ini, kita mempertontonkan kepada generasi muda dan dunia bahwa masyarakat Ponorogo adalah peradaban yang menghormati sejarah dan teguh menjaga kearifan lokal,” tambah Lisdyarita.

​Kirab Budaya tahun ini menampilkan suguhan visual yang menawan dengan kehadiran para prajurit berpakaian tradisional, lengkap dengan tombak dan perisai yang merepresentasikan kejayaan masa lalu Bantarangin.

Kemeriahan pun tampak dari padatnya tenda UMKM yang berjejer di sekitar area monumen, menciptakan atmosfer pesta rakyat yang hangat dan produktif.

​Dengan keberhasilan Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026, Pemkab Ponorogo berharap momentum ini dapat terus menjadi pemacu semangat untuk membangun Kabupaten Ponorogo yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here