Home Budaya Sentuhan Klasik & Estetik, SMPN 1 Ponorogo Visualisasi Raja Bhre Wengker di...

Sentuhan Klasik & Estetik, SMPN 1 Ponorogo Visualisasi Raja Bhre Wengker di Pawai Lintas Sejarah

0

KOTA, Media Ponorogo — Mobil hias SMPN 1 Ponorogo (ZAPO) yang tampil megah, artistik, dan memukau di sepanjang rute Kirab Pusaka, Pawai Lintas Sejarah, dan Jamasan Pusaka, Selasa (16/6/2026).

Berangkat dari kawasan bersejarah Kota Lama menuju pusat pemerintahan di Kota Tengah (Paseban), iring-iringan mobil hias ZAPO sukses mencuri perhatian publik.

Dengan detail estetika yang tinggi, kendaraan hias tersebut bertransformasi menjadi sebuah replika gerbang kerajaan kuno yang kokoh sekaligus bernilai seni tinggi.

Kepala SMPN 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd., yang mengawal langsung jalannya pawai di lokasi, menjelaskan bahwa konsep utama yang diusung oleh sekolahnya pada perhelatan tahun ini adalah menghidupkan kembali aura kejayaan masa lalu melalui pendekatan seni klasikal.

“Kita memadukan konsep kerajaan, karena memang sosok Bhre Wengker kan seorang raja. Jadi dalam visualisasinya kita mengoptimalkan bentuk-bentuk keklasikan pada waktu zamannya dulu,” ujar Kuat, S.Pd. di sela-sela jalannya pawai.

Secara visual, bagian depan mobil hias ini didominasi oleh replika arsitektur batu abu-abu menyerupai kompleks candi.

Gerbang tersebut dijaga ketat oleh sepasang patung Dwarapala (patung penjaga gerbang) berukuran besar di sisi kanan dan kiri yang sedang memegang gada.

Tak kalah garang, di belakang patung penjaga tersebut, menyembul replika kepala naga raksasa berukir yang sedang menganga, memberikan kesan magis dan berwibawa.

Di tengah kemegahan replika batu tersebut, logo sekolah ZAPO tetap berdiri anggun dibalut lengkungan tulisan identitas “SMPN 1 PONOROGO” berwarna biru-putih yang sangat kontras.

Ketika ditanya mengenai struktur pelengkap di bagian depan kendaran hias tersebut, Kuat, S.Pd. memaparkan bahwa ornamen-ornamen yang terpasang merupakan buah kreativitas tim desain sekolah untuk mempercantik bentuk dasar sejarah agar lebih dinamis saat dipandang oleh masyarakat umum.

“Ini sebenarnya pengembangan dari konsep desain dasar biar lebih estetis lah. Jadi mungkin kalau secara esensi, saya pikir semuanya bahkan itu sudah banyak mengalami pengembangan-pengembangan dari bentuk dasar dari Bhre Wengker itu sendiri,” tambahnya.

Kemegahan replika candi berjalan ini kian sempurna dengan kehadiran dua siswa terbaik ZAPO yang berada di atas panggung utama mobil hias.

Mereka tampil memukau mengenakan busana adat agung berwarna emas yang berkilauan, lengkap dengan mahkota tradisional yang megah. Kedua siswa tersebut divisualisasikan sebagai pasangan penguasa tertinggi tempo dulu.

“Untuk siswa yang ikut di atas ada dua, karena kebetulan kan konsep kita raja. Maka jadi satu raja didampingi oleh seorang permaisuri di sisinya,” tutur Kuat penuh bangga.

Partisipasi aktif SMPN 1 Ponorogo dalam Pawai Lintas Sejarah ini bukan sekadar ajang unjuk kreativitas semata.

Melalui tampilan yang megah ini, ada pesan mendalam dan sarat makna yang ingin disampaikan oleh keluarga besar ZAPO kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Ponorogo yang sedang merayakan Grebeg Suro.

“Kita tidak mungkin meninggalkan sejarah. Semoga dalam perjalanan lintas sejarah ini mampu membangkitkan kembali ingatan dan kebanggaan akan sejarah terdahulu, khususnya sejarah Ponorogo,” pungkas Kuat, S.Pd. mengenai esensi keikutsertaan mereka.

Ia juga menaruh harapan besar agar generasi muda dapat memetik hikmah dari perayaan budaya tahunan ini.

Menurutnya, dengan menyadari bahwa sebuah perjalanan memiliki nilai historis yang kuat, maka akan tumbuh rasa hormat dan penghargaan yang tulus atas segala perjuangan serta pengorbanan para leluhur dalam membangun bumi Reog tercinta. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here