KOTA, Media Ponorogo – Kemegahan Pawai Lintas Sejarah, Kirab Pusaka, dan Jamasan Pusaka dalam rangka perayaan Grebeg Suro 2026 benar-benar hidup di sepanjang jalan protokol Bumi Reog, Senin (15/6/2026).
Di antara puluhan kontingen yang tampil, SMKN 2 Ponorogo sukses mencuri perhatian publik.
Di bawah nahkoda kepala sekolah Suryanto, S.Pd., sekolah vokasi unggulan ini tampil memukau dengan membawa narasi sejarah yang kuat melalui visualisasi tokoh legendaris: Raja Rakai Wijaya.
Sepanjang rute kirab, ribuan warga dibuat terkesan dengan totalitas kontingen SMKN 2 Ponorogo.
Tidak sekadar pawai, sekolah ini menyuguhkan teatrikal berjalan yang megah. Karakter Raja Rakai Wijaya tampil anggun dengan busana kebesaran kerajaan, dikawal ketat oleh barisan prajurit, dayang-dayang yang anggun, serta didukung oleh performa mobil hias yang artistik.
Keserasian ini membuat masyarakat tak henti-hentinya mengabadikan momen tersebut melalui gawai mereka.
Kepala SMKN 2 Ponorogo, Suryanto, S.Pd., melalui Waka Kesiswaan Nur Muhammad Taufik, S.Pd., mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif ini merupakan komitmen nyata sekolah dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus ajang branding karakter siswa.
“Tahun ini, kami mendapatkan kehormatan untuk membawakan peran tokoh Raja Rakai Wijaya. Karakter beliau yang patut kita banggakan adalah sosok raja yang bersahaja namun membawa manfaat besar bagi rakyatnya. Nilai filosofis ini sangat selaras dengan visi pendidikan di SMKN 2 Ponorogo. Bagi kami, selain membekali siswa dengan ilmu dan keterampilan, penanaman karakter luhur adalah yang paling utama,” ujar Nur Muhammad Taufik.
Dua siswa terbaik dari kelas X dipercaya untuk merepresentasikan keagungan sang raja dan ratu.
Pemeran Ratu diambil dari siswi Jurusan Perhotelan, sementara pemeran Raja dipercayakan kepada siswa dari Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa atmosfer akademis di SMKN 2 Ponorogo mampu melebur apik dengan pelestarian seni budaya.
Daya tarik kontingen ini semakin berlipat ganda berkat desain mobil hias yang mengusung tema ikonik legenda lokal, Baru Klinting.
Simbol naga yang kuat dan perkasa sengaja dipilih untuk menggambarkan ketangguhan SMKN 2 Ponorogo dalam menghadapi tantangan zaman.
“Lewat momentum Grebeg Suro ini, kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif yang mencintai budaya Ponorogo. Karakter bersahaja dan nilai positif dari Raja Rakai Wijaya diharapkan mampu meresap ke dalam jiwa para siswa agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat luas,” tambah Taufik.
Pawai Lintas Sejarah yang menjadi agenda napak tilas perpindahan pusat pemerintahan Ponorogo tahun ini memang berlangsung jauh lebih meriah.
Kehadiran SMKN 2 Ponorogo di dalamnya menegaskan posisi sekolah ini sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga peduli pada akar sejarah bangsa.
Melalui penampilan yang sarat makna, penuh percaya diri, dan dikonsep matang, SMKN 2 Ponorogo sukses membuktikan diri sebagai sekolah vokasi yang kreatif, berbudaya, dan terdepan dalam membentuk generasi muda yang tangguh serta berkarakter luhur di Kabupaten Ponorogo. (mas)













































