KOTA, Media Ponorogo – SMP Negeri 3 Ponorogo sukses menggelar acara Pelepasan Peserta Didik Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026, pada Selasa (19/5/2026).
Momen spesial itu berlangsung khidmat bercampur haru dan bangga karena SMP Negeri yang dinakhodai Subhan Masruri, S.Pd, M.Pd ini sukses mencetak generasi unggul yang berkarakter & berprestasi.
Prosesi pelepasan berlangsung sangat meriah dengan menampilkan berbagai potensi seni siswa, salah satunya adalah penampilan memukau Tari Inom di sela-sela prosesi acara.
Tari Inom ini merupakan salah satu kado terindah bagi sekolah karena baru saja berhasil meraih Juara 1 dalam ajang FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional) tingkat Kabupaten Ponorogo dan resmi ditunjuk untuk mewakili Kabupaten Ponorogo melaju ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sebagai sekolah pencetak juara, SMPN 3 Ponorogo tidak hanya melepas siswa secara seremonial, tetapi juga memberikan penghargaan (reward) kepada puluhan siswa yang telah mengharumkan nama sekolah.
Pada sektor akademik, sekolah mengumumkan deretan lulusan terbaik dengan nilai yang sangat bersaing.
Siswa atas nama Paras Ayu Sinawang Katon Bening dari kelas IX F berhasil menempati urutan pertama siswa berprestasi akademik dengan capaian nilai 93,59, disusul oleh Arlita Tyas Dwi Larasati (93,27), dan Saif Ali Assahri (93,25) yang juga dari kelas IX F.
Sementara di bidang non-akademik, SMPN 3 Ponorogo benar-benar menunjukkan taringnya melalui puluhan siswa yang sukses memborong trofi dari berbagai kompetisi bergengsi sepanjang tahun.
Beberapa di antaranya adalah: Ayu Passa Ulviana (9E): Meraih Juara 1 Bulu Tangkis Tunggal Putri IBM MAN 2 Ponorogo 2026 dan Juara 1 O2SN.
Axsa Ghaniy Zuerstra (9F): Menyabet berbagai gelar Best Player dan Top Score di ajang futsal bergengsi seperti Bupati Cup Futsal 2025 hingga Sparta Futsal UNESA Cup 2025.
Novrianda Putri Alrisha (9F): Memborong Juara 1 bidang seni digital dan poster, termasuk Juara 1 Pramanda Scout Competition 2026 (Comic Strip Digital) dan Juara 1 Lomba Poster Islam.
Nadia Chelsi Ayu Kumala Sari (9E): Menorehkan segudang prestasi pencak silat, termasuk Juara 3 PI Seni Tunggal Full Pra Remaja dan Juara 2 Muhipo Pencak Silat Competition 2026
Suasana semakin menyentuh ketika Paras Ayu Sinawang Katon Bening, selaku perwakilan kelas IX, menyampaikan salam perpisahannya.
Ia mengungkapkan betapa besarnya peran guru-guru SMPN 3 Ponorogo dalam membimbing mereka
“Terima kasih kepada guru-guru kami tercinta yang sudah dengan sabar membimbing kami, percaya pada potensi kami, bahkan di saat kami sendiri meragukannya. Hari ini bukanlah akhir, melainkan tanda agar kita bisa berani melangkah ke dunia yang lebih luas,” ungkap Paras dalam pidatonya.
Dalam sambutannya yang hangat dan diselingi gurauan khas, Kepala SMPN 3 Ponorogo, Subhan Masruri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas tuntasnya masa belajar siswa kelas IX.
Selama tiga tahun penuh, sekolah telah berupaya memberikan pendidikan yang komprehensif bagi para siswa.
“Alhamdulillah, hari ini tuntas, hari ini komplit semua diberikan kepada putra-putri panjenengan. Kita menyaksikan bahwa sekolah memberikan segalanya; pendidikan di kelas, di luar kelas, pendidikan jasmani, rohani, hingga mental spiritual. Kemampuan akademik diasah, non-akademik juga dikembangkan. Hasilnya luar biasa,” ujar Subhan Masruri di hadapan para wali murid.
Secara simbolis, pihak sekolah menyerahkan kembali tanggung jawab bimbingan para siswa kepada orang tua masing-masing untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Secara khusus, H. Subhan memberikan wejangan penting mengenai cara mendidik anak-anak Generasi Z yang kini mulai tumbuh dewasa.
Menyambung ungkapan hati perwakilan siswa yang merasa dirinya sudah bukan anak-anak lagi, Kepala Sekolah berpesan agar para orang tua mengubah pola pendekatan dari yang semula sering memerintah menjadi lebih banyak mendengarkan.
“Putra-putri panjenengan ini tidak lagi anak kecil, tidak lagi (bisa) diperintah, tetapi pengen didengar dan diperhatikan. Mungkin selama ini panjenengan yang ngendikane (bicaranya) lebih banyak, mulai saat ini panjenengan yang harus mendengar lebih banyak,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa mendampingi Generasi Z membutuhkan kesabaran ekstra melalui pendekatan yang merangkul dan komunikatif, termasuk sesekali mengajak mereka bercanda tanpa harus mendikte.
Di akhir pidatonya, ia juga menyelipkan pesan penuh kenangan bermakna bagi seluruh siswa. “Kenangan manis di bawah ‘pohon sosis’ jangan dilupakan, ya? Jadi tema kita hari ini: Kenangan manis di bawah pohon sosis,” selorohnya disambut senyum haru para hadirin.
Melalui momentum pelepasan ini, SMP Negeri 3 Ponorogo kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan unggulan di Bumi Reog yang konsisten melahirkan siswa-siswi bermental juara. (mas)















































