JENANGAN, Media Ponorogo – Nama SMKN 1 Jenangan yang dinakhodai Farida Hanim Handayani, S.Pd, M.Pd kembali harum di kancah nasional.
Kali ini, prestasi membanggakan dipersembahkan oleh Muhammad Riski Setiawan, siswa kelas XII-TLAS B.
Pelajar berpestasi itu sukses menyabet gelar Juara 1 dalam ajang bergengsi Student Engineering Challenge 7.0 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Kompetisi yang digelar oleh Department of Industrial Mechanical Engineering ITS ini bukan ajang sembarangan.
Sebanyak 200 peserta dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatera, berkumpul untuk adu ketangkasan dalam bidang pengelasan (welding).
Kepala Program Keahlian Teknik Pengelasan SMKN 1 Jenangan, Roket Irawan, mengungkapkan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari proses seleksi yang sangat ketat.
Dimulai dari tes teori secara daring yang menyaring 200 pendaftar menjadi 24 besar, hingga puncaknya pada ujian praktik pengelasan di laboratorium ITS.
“Siswa kami harus melalui beberapa tahap pengujian posisi pengelasan yang sangat teknis, mulai dari posisi 2G hingga posisi 3G menggunakan proses las listrik atau SMAW (Shielded Metal Arc Welding),” ujar Roket Irawan.
Menariknya, persaingan di babak final berlangsung sangat dramatis. Riski Setiawan bersaing sengit dengan peserta di posisi kedua yang memiliki kualitas poin teknis yang sama.
Namun, Riski unggul dalam aspek efisiensi waktu. Ia berhasil menyelesaikan tugas pengelasan dalam waktu 29 menit, unggul 5 menit dari rival terdekatnya yang mencatatkan waktu 34 menit.
“Las SMAW ini terkenal sulit dan butuh skill tinggi. Kami sangat mengapresiasi karena dari ratusan peserta, Riski terbukti menjadi yang terbaik di Indonesia,” tambah Roket.
Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Sekolah memberikan dukungan penuh.
Mulai dari pendampingan intensif oleh tenaga pengajar hingga fasilitas latihan yang didanai melalui dana BOS agar siswa dapat bereksperimen dengan maksimal.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan vokasi di Ponorogo, khususnya di SMKN 1 Jenangan, mampu bersaing dan unggul di level tertinggi nasional. (mas)















































