PONOROGO – Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Aziz, SH.SIK.M.Si saat melaunching SMK Tangguh Semeru sempat mengapresiasi Bilik Cek Suhu Otomatis inovasi siswa dan guru SMK Pemkab Ponorogo.
Kapolres sempat menjajal alat canggih temuan pelajar SMK Pemkab tersebut sebelum memasuki lokasi kegiatan.
“Ini temuan alat yang kreatif dan inovatif,” ungkap Kapolres.
Waka Humas dan Kesiswaan Inge Hollyvia, S.HI, S.Pd mengatakan, alat ini buatan Widyaningrum, S.Pd guru pembina Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) beserta anak didiknya.
Alat ini dibuat karena melihat selama ini masyarakat menggunakan thermogun manual yang rentan terpapar.
“Kami inisiatif membuat bilik cek suhu otomatis sehingga mengurangi resiko terpapar. Siswa pun lebih pede mengetahui keadaan suhu tubuhnya ketika mau masuk sekolah,” ungkapnya.
Dijelaskannya, bilik suhu tubuh otomatis ini keunggulannya bisa membedakan suhu normal dan tidak.
“Ketika suhu tubuh siswa normal maka akan in dan otomatis palang pintu membuka. Siswa pun bisa masuk sekolah biasa,” sebutnya.
“Kalau suhu tubuhnya di atas 37.5 maka yang akan terbuka pintu out. Anak akan dimasukkan dalam ruang isolasi yang disediakan sekolah,” jelasnya.
Dijelaskannya, cara kerja alat ini ketika siswa masuk bilik maka sensor IR mendeteksi suhu tubuh dan dibatasi sensor ultrasonik.
Setelah bib pertama akan mengunci suhu tubuh. Kemudian bib kedua pembacaan hasil LCD yang diturunkan ke motor untuk membuka in atau out.
Pihaknya menyebut alat ini murni yang membuat siswa dan dibantu guru jurusan RPL. “Ada 5 anak yang terlibat,” sebutnya.
Adapun biaya pembuatannya membutuhkan biaya Rp 5,8 Juta untuk membeli perangkatnya. Kedepan, temuannya ini akan dikembangkan lagi melalui smartphone.
“Harapan kamu alat ini bisa dikembangkan ke beberapa sekolah dan tempat lain sehingga meminimalisir terpapar korona,” pungkasnya. (as)

















































