KOTA, Media Ponorogo – MAN 1 Ponorogo kembali menegaskan posisinya sebagai Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan unggulan di Jawa Timur.
Melalui prosesi Purnawiyata Kelas XII dan Wisuda Prodistik ke-XII yang digelar Sabtu (2/5/2026), madrasah ini membekali 249 lulusannya dengan sertifikat keahlian resmi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Kerja sama strategis yang telah terjalin selama 15 tahun dengan Prodistik ITS menjadi pilar utama keunggulan MAN 1 Ponorogo.
Ketua Program Prodistik ITS Surabaya, Dr. Drs. Ismaini Zain, M.Si., yang hadir langsung dalam acara tersebut, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MAN 1 Ponorogo.
“Saya memilih hadir di MAN 1 Ponorogo dari sekian mitra yang wisuda hari ini karena saya kangen dengan ketertiban dan kepatuhan siswanya. Ini luar biasa, hanya ada di sini,” ujar Ismaini dalam sambutannya.
Ia menyatakan lulusan Prodistik MAN 1 Ponorogo memiliki keunggulan kompetitif. Selain ijazah madrasah, mereka mengantongi sertifikat keahlian setara operator (level KKNI) dari ITS.
“Jangan khawatir, kalaupun harus bekerja, mereka sudah punya bekal untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari kerja,” imbuhnya.
Reputasi MAN 1 Ponorogo juga tercermin dari tingginya angka serapan lulusan di perguruan tinggi negeri (PTN).
Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdiyyah KY, M.Pd.I., melaporkan capaian akademik tahun ini.
Yakni, 16 siswa lolos jalur SNBP (Prestasi) 41 siswa lolos jalur SPAN-PTKIN dan 3 siswa diterima di Poltekkes. Puluhan siswa lainnya sedang mengikuti seleksi SNBT.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, H. Marjuni, S.Ag., MH., menyebut momen wisuda ini sebagai “Hari Panen Raya”.
Ia terpukau dengan penampilan para siswa yang membawakan acara dalam tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia).
Ia mengapresiasi kemampuan lulusan yang mampu memadukan penguasaan teknologi dengan nilai keagamaan.
Ia juga mengungkap bahwa pihak Kemenag sering melibatkan tenaga teknik dari lulusan MAN 1 Ponorogo karena kompetensi IT mereka yang di atas rata-rata. “Inilah hasil kolaborasi luar biasa antara pihak Madrasah, orang tua, dan ITS,” kata Marjuni.
Dalam pesannya, Dr. Nuurun menekankan pentingnya integrasi iman dan IPTEK.
Ia optimis lulusan MAN 1 Ponorogo mampu menekan angka pengangguran di Ponorogo dengan bekal skill digital yang mereka miliki.
“Jadikan iman sebagai kompas kalian. Di rimba raya digital yang tanpa kendali ini, niatkan kreativitas kalian sebagai dakwah bil-IT. Saya optimis anak-anak kami mampu berkontribusi nyata untuk masyarakat,” tegasnya penuh haru.
Acara ditandai dengan prosesi pengukuhan di atas mimbar wisuda, dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada wisudawan dengan Tugas Akhir Terbaik, penghargaan nilai akademik terbaik kelas keagamaan, saintek dan soshum. Serta program CIBI/SKS yang ditempuh hanya 2 tahun. (mas)


















































