KOTA, Media Ponorogo — SMP Negeri 5 Ponorogo yang dikenal dengan jargon Spenla Juara dan Spenla Keren kembali sukses menggelar agenda yang spektakuler, Selasa 27 Oktober 2026.
Betapa tidak, SMP Negeri yang dinakhodai kepala sekolah inovatif Crysna Rhany Ningrum, S.Kom ini menyelenggarakan perhelatan puncak Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) Masa Bakti 2026–2027 yang dikemas megah layaknya pesta demokrasi nasional.
Puncak acara dibuka secara spektakuler dan sakral, diawali dengan kirab panji-panji sekolah serta barisan kandidat ketua OSIS yang memasuki arena dengan penuh wibawa.
Menariknya lagi, seluruh pasangan calon tampil memukau dengan mengenakan busana adat Nusantara, berpadu harmonis dengan para pengurus OSIS lama dan petugas KPPS yang anggun berbalut busana khas Ponoragan.
Sebagai salah satu sekolah favorit yang konsisten mencetak generasi unggul, SMPN 5 Ponorogo tidak setengah-setengah dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila—khususnya Sila Keempat tentang Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat.
Berbekal kerja sama strategis dan peralatan logistik resmi dari KPU Kabupaten Ponorogo, proses pemungutan suara mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini benar-benar menghadirkan pengalaman bilik suara, surat suara, dan kotak suara yang nyata bagi siswa.
Kepala SMPN 5 Ponorogo, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom., menegaskan bahwa inovasi pembelajaran karakter ini dihadirkan untuk memberikan edukasi langsung kepada peserta didik agar siap menghadapi dunia nyata.
”Kami memberikan pelayanan dan pendidikan yang full, tidak setengah-setengah. Melalui simulasi pemilu riil ini, anak-anak kita latih agar kelak di kehidupan bermasyarakat memiliki kesadaran politik yang baik, tidak golput, dan paham betul arti sebuah kedaulatan,” ungkap Crysna penuh antusias di sela-sela kegiatan.
Menyatukan Kebhinekaan dalam Filosofi Sumpah Pemuda
Nuansa kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air begitu kental terasa. Pemilihan busana adat Nusantara bagi para kandidat bukan tanpa alasan.
Crysna menjelaskan bahwa hal tersebut merefleksikan semangat menyambut Hari Sumpah Pemuda.
“Berbagai macam suku, visi, dan aspirasi yang dibawa oleh para kandidat pada akhirnya disatukan dalam sebuah tujuan mulia: membawa nama besar OSIS SMPN 5 Ponorogo semakin jaya,” ujarnya.
Di sisi lain, penggunaan busana Ponoragan oleh para petugas panitia menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam melestarikan kearifan lokal.
“Ini penting agar jiwa kepemudaan khas Ponorogo senantiasa bersemayam di dada setiap siswa di manapun berada,” tegasnya.
Cetak Pemimpin Berintegritas dengan Filosofi “Ojo Peh”
Rangkaian acara yang berjalan tertib dan meriah ini mendapat apresiasi tinggi dari seluruh warga sekolah.
Pun kepala sekolah menandai pesta demokrasi dengan menabuh goong dilanjutkan proses pemilihan secara luber jurdil.
Setelah itu, disusul jajaran wakasek dan selanjutnya seluruh siswa kelas VII hingga IX yang antusias menyalurkan hak suara mereka secara bergantian per kelas.
Mengakhiri rangkaian acara, Kepala Sekolah, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom., berpesan kepada para kandidat terpilih agar senantiasa menjaga amanah, menepati janji kampanye, serta menjadi teladan yang arif.
”Menjadi pemimpin itu amanah dan penuh tanggung jawab. Pegang teguh kebenaran, rangkul semua teman, dan jangan pernah bersikap dzalim. Kalau istilah Jawanya, jangan ‘ojo peh’,” pesan Crysna tegas.
Melalui penyelenggaraan Pilketos berstandar nasional yang dibalut kearifan budaya lokal ini, SMPN 5 Ponorogo kembali membuktikan eksistensinya sebagai institusi pendidikan terdepan.
“Spenla idak hanya unggul dalam prestasi akademik dan non akademik, tetapi juga sukses mencetak generasi pemimpin masa depan yang berkarakter, cerdas, berbudaya, dan berjiwa nasionalis sejati,” pungkasnya. (mas)













































