MLARAK, Media Ponorogo – Tampilan mobil hias dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mlarak sukses tampil memukau, megah, dan sarat akan karakter budaya yang berwibawa.
Mengusung konsep yang memadukan kedalaman sejarah lokal dengan arsitektur tradisional, SMKN 1 Mlarak berhasil menyajikan visualisasi yang luar biasa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, mobil hias mereka didesain menyerupai bangunan Rumah Adat Jawa, yakni Joglo, lengkap dengan ukiran bernuansa emas yang anggun pada bagian atapnya.
Keunikan semakin terlihat pada bagian bawah mobil yang dibalut replika struktur perbatuan alam yang kokoh, menggambarkan fondasi tradisional masyarakat Jawa yang kuat dan berakar pada bumi.
Tentu saja, suguhan ini turut menjadi perhatian dalam Kirab Pusaka, Pawai Lintas Sejarah, dan Jamasan Pusaka rangkaian gelaran akbar Grebeg Suro Ponorogo 2026 sepanjang rute dari Kota Lama menuju Kota Tengah atau Paseban pada Senin (15/6/2026).
Tidak hanya unggul dalam estetika armada, SMKN 1 Mlarak juga membawa narasi sejarah yang kuat dengan menampilkan barisan prajurit Dewa Sima.
Dalam pawai ini, pihak sekolah menerjunkan empat siswa pilihan yang dipercaya mengawal jalannya kirab sebagai sosok prajurit tangguh penuntun rombongan.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMKN 1 Mlarak, Ansor, ST yang mengawal langsung jalannya pawai di lokasi menjelaskan filosofi di balik desain yang ditampilkan.
“Kita karena berada di daerah Jawa, makanya kita mengikuti rumah adat Jawa yaitu Joglo dengan ciri khas utamanya seperti perbatuan. Daerah Jawa kan biasanya fondasinya ini kan berbatuan,” ujar Ansor saat diwawancarai di sela-sela acara.
Ia menambahkan, keterlibatan empat siswa pilihan sebagai prajurit Dewa Sima dalam kirab ini merupakan representasi dari pengawal yang gagah berani untuk memperkuat esensi sejarah kebudayaan yang dibawa.
Komitmen Melestarikan Budaya dan Memajukan Pendidikan Ponorogo
Keikutsertaan aktif SMKN 1 Mlarak dalam Grebeg Suro bukan sekadar partisipasi musiman.
Menurut Ansor, momentum ini memuat misi edukasi dan kultural yang mendalam bagi internal sekolah maupun eksternal.
Terdapat dua pesan utama yang ingin disampaikan oleh lembaga pendidikan ini kepada masyarakat luas melalui partisipasinya.
Pertama, pihak sekolah menginginkan pelestarian budaya tetap berjalan berkelanjutan, khususnya tradisi adiluhung yang ada di Ponorogo.
Kedua, kehadiran ini menjadi bukti nyata kontribusi aktif SMKN 1 Mlarak dalam berperan mengembangkan Kabupaten Ponorogo, utamanya di sektor dunia pendidikan.
“Semoga dengan adanya ini SMKN 1 Mlarak bisa menjadi lebih baik lagi dan selalu aktif di kegiatan. Harapannya dengan keikutsertaan ini, budaya tetap bisa tertanam pada siswa SMKN 1 Mlarak, terutama budaya Ponorogo. Selanjutnya, SMKN 1 Mlarak selalu dikenal oleh masyarakat Ponorogo sebagai dunia pendidikan yang unggul,” pungkas Ansor penuh harap.
Melalui kesuksesan penampilan yang megah dan berkarakter islami ini, SMKN 1 Mlarak membuktikan diri mampu menjadi sekolah yang progresif, kreatif, namun tetap memegang teguh akar kearifan lokal. (mas).












































