Home Budaya Spektakuler! Bawa Naskah “Mulad Sariro Hangrosowani”, Manggolo Wiyoto SMAN 3 Ponorogo Tampil...

Spektakuler! Bawa Naskah “Mulad Sariro Hangrosowani”, Manggolo Wiyoto SMAN 3 Ponorogo Tampil Penuh Karakter di FNRP XXXI

0

KOTA, Media Ponorogo – Penampilan Grup Reog Manggolo Wiyoto dari SMAN 3 Ponorogo sukses menjadi magnet utama dalam gelaran Festival Reog Nasional (FRN) XXXI Tahun 2026.

Tampil di panggung utama Alun-Alun Ponorogo pada Jumat (12/6/2026) malam, grup kebanggaan SMAN 3 Ponorogo ini menyuguhkan pertunjukan seni tradisi yang enerjik, presisi, dan penuh totalitas.

Membawakan naskah bertajuk “Mulad Sariro Hangrosowani”, sajian seni ini digarap secara matang oleh sutradara Ahmad Dipoyono dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Hasilnya, harmonisasi antara tabuhan gamelan yang ritmis, senggakan yang menggugah, serta transisi gerak tari yang dinamis berhasil menghipnotis ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Sorak-sorai dan tepuk tangan gemuruh berkali-kali pecah saat para pemain menampilkan atraksi berkonsentrasi tinggi.

Sinergi Kuat dengan Universitas Brawijaya Malang

Di balik kesuksesan performa Manggolo Wiyata yang luar biasa, terdapat kolaborasi strategis dan pembinaan langsung dari Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Sentuhan akademis dan artistik dari tim UB membuat konsep penampilan SMAN 3 Ponorogo tahun ini terasa lebih berkarakter, matang, dan berkelas.

Dukungan penuh tersebut juga ditandai dengan apresiasi dari jajaran akademisi dan birokrasi yang turut disampaikan usai penampilan memukau ini.

Diantaranya, Prof. Dr. Ir. Eng. Deni Nuryawan, S.T., M.T. (Staf Ahli Rektor Universitas Brawijaya Malang), Dr. Agung Warik Pramono, Dr. Rianto (Pakar Antropologi Budaya) dan Dr. Arief Zainul.

Apresiasi turut disampaikan kepada Maskun, S.Pd., M.Pd dan Dr. Sasmito, M.Pd. (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo dan Pacitan).

Para tokoh ini memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para siswa yang berlaga di atas panggung.

Pembentukan Karakter Melalui Seni Tradisi

Kepala SMAN 3 Ponorogo sekaligus Pembina Reog Manggolo Wiyoto, Suratno, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi tertingginya atas dedikasi para siswa.

Menurutnya, kesuksesan penampilan tersebut adalah buah manis dari kedisiplinan dan komitmen kuat selama masa latihan.

“Penampilan anak-anak pada hari ini sangat luar biasa. Ini adalah hasil kerja keras mereka yang berlatih dengan penuh komitmen dan kekompakan,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan tim dari Universitas Brawijaya Malang juga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter penampilan yang kuat.

Tim pendamping dari UB memang dikenal kerap mencuri perhatian dan menjadi langganan juara di setiap gelaran FRN.

“Semoga hasil terbaik bisa diraih,” tegas Suratno saat dikonfirmasi usai acara.

Suratno menambahkan, partisipasi SMAN 3 Ponorogo dalam FRN XXXI bukan semata-mata soal kompetisi, melainkan wujud nyata komitmen sekolah dalam melestarikan warisan budaya kebanggaan bangsa.

Generasi muda SMAN 3 Ponorogo membuktikan bahwa tradisi tetap bisa menjadi ruang ekspresi yang relevan dan terus berkembang di tengah zaman.

Kini, publik dan seluruh civitas akademika menanti hasil penilaian dewan juri. Namun, satu hal yang pasti: Reog Manggolo Wiyoto SMAN 3 Ponorogo telah berhasil memenangkan hati ribuan penonton dan membuktikan diri sebagai salah satu pelestari budaya terbaik di Bumi Reog. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here