Home Daerah Naas, Anak 10 tahun di Ponorogo di Temukan Tewas di Sungai Jarakan

Naas, Anak 10 tahun di Ponorogo di Temukan Tewas di Sungai Jarakan

125
0

PONOROGO – Nasib naas menimpa Rizwan Anwar Ardiyan (10 thn), ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal dunia di sungai Jarakan Kelurahan Banyudono Kecamatan Kota, Ponorogo.

Kasubag Humas Polres Ponorogo Iptu. Edy Sucipta, S.H saat dikonfirmasi awak media membenarkan telah diketemukan orang meninggal dunia tenggelam disungai Jarakan , Minggu (03/11/2019) pukul 20.00 wib, wilayah hukum Polsek Ponorogo.

“Identitas korban, Rizwan Arwan Ardyan Isma, 17 Maret 2009 Jalan Letjend S.Sukowati 53 Rt 03 Rw 02 Kelurahan Keniten Kec/Kab.Ponorogo,” ujarnya.

Kronologis kejadian lanjut Iptu. Edy,  Minggu  03 Nopember 2019, Sekira pukul 17.00 Wib, Korban yang semula keluar rumah tanpa pamit dengan keluarga.

Diketahui sampai sore belum pulang kerumah, kemudian keluarga berusaha mencari dan menanyakan kepada teman main korban, namun tidak ada yang mengetahui.

Setelah itu Paman korban Nanang Nova (33 thn) berusaha mencari di seputar sungai jarakan karena korban sering bermain di seputar sungai jarakan tersebut.

Paman korban kemudian mendapati sepeda pancal milik korban berada di dalam area Makam di dekat Sungai Jarakan.

Selanjutnya Paman Korban dengan dibantu warga dan Tim Sar berusaha mencari korban di seputar sungai Jarakan.

“Akhirnya sekira pukul 20.00 Wib, korban ditemukan tenggelam di sungai dan diketahui sudah dalam keadaan Meninggal Dunia. Selanjutnya sekira pukul 20.30 WIB korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Ruang Jenazah RSUD Dr.Hardjono,” terangnya.

Dari hasil visum dan periksa tim identifikasi Polres, Dokkes Polres, Dokter RSUD DR. Hardjono Ponorogo dan Unit Reskrim Polsek Ponorogo tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan murni meninggal dunia tenggelam di sungai.

“Keluarga menerangkan bahwa korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi (ayan). Dan keluarga korban menerima atas kematian korban dan meminta kepada pihak kepolisian agar tidak dilakukan autopsi,” ungkapnya.

Keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan tidak akan menuntut kepada siapapun dan menganggap ini semua sebagai musibah. (mny).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here