Home Budaya Taruno Suryo SMA Muhipo Hebat

Taruno Suryo SMA Muhipo Hebat

45
0

PONOROGO – Taruno Suryo Reyog SMA MUHIPO tampil spektakuler dalam malam puncak grebeg suro, Sabtu (31/8/2019) di Panggung Utama Alon-alon.

Taruno Suryo pun mampu menyuguhkan tampilan sebagai representasi visi misi Kabupaten Ponorogo. Yakni lebih maju, berbudaya dan religius.

Sebab, Taruna Suryo merupakan Reyog Santri yang semua penampilannya mengandung nilai nilai dakwah. Sehingga tidak hanya tontonan seni budaya, lebih dari itu juga penuh tuntunan agama.

Bahkan Wakil Bupati Dr. H. Soejarno MM mengakui kehebatan Taruno Suryo. Taruno Suryo Hebat. Kalimat tersebut spontan disampaikan Wakil Bupati Dr. H. Soedjarno MM saat menyerahkan tropy Taruno Suryo yang keluar sebagai terbaik ke 4 di ajang Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) Tahun 2019.

Prestasi membanggakan juga dipersembahkan Laras Suryo Sumunar seni karawitan pelajar dari SMA Muhipo yang memborong piala dua sekaligus. Yakni sebagai penampil terbaik ketiga dan pembonang terbaik pertama.

Muh. Kholil, M.Pd.I Kepala Sekolah SMA Muhipo mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. Prestasi itupun tak lepas dari kerja keras para siswa dan guru pembimbing yang cukup intens melakukan latihan

Selama 12 tahun berdiri, Taruno Suryo Muhipo selalu mengikuti FNRP dan kerap menduduki papan atas di jagat reyog nasional.

Sekolahnya pun tidak begitu kesulitan mencari generasi baru selepas ditinggal tamat personilnya.

Karena sekolahnya siap mengasah bakat minat siswa baru di bidang reyog sampai berprestasi.

Sementara itu, dibalik kesuksesan group Reyog Taruna Suryo tak lepas dari sentuhan tangan dingin guru pembimbing yakni Sugeng Riyadi.

Guru Matematika ini mengaku mempersiapkan diri untuk Festival Nasional Reyog Ponorogo sejak bulan Maret lalu.

Anak-anakpun, diakuinya juga sangat bersemangat untuk melakukan latihan sehingga di luar jam ekstrapun, mereka tetap berlatih.

Sugeng Riyadi menegaskan tidak mudah untuk meraih kejuaraan mengingat ada puluhan pesaing dari dalam kota maupun luar daerah.

Apalagi selain tetap mempertahankan pakem, juga harus memiliki unsur-unsur cerita menarik dalam koreografi. Sifatnya bukan sekedar menghibur namun ada cerita didalamnya. Selain itu, anak-anak juga diminta untuk menjiwai tokoh yang diperankannya dalam menari. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here