Home Pendidikan Kepala Sekolah Namun Punya Multi Bisnis, Dakhlan : Pemuda Jaman Now Harus...

Kepala Sekolah Namun Punya Multi Bisnis, Dakhlan : Pemuda Jaman Now Harus Kreatif & Inovatif

0
Dakhlan, S.Ag

PONOROGO, (MP) – Pemuda jaman now di Kabupaten Ponorogo yang mau dan gigih mengubah nasibnya dengan bergerak di bidang entrepreneur layak mengaca pada profil tokoh yang satu ini. Adalah Dakhlan,S.Ag di tengah kesibukannya menjadi Kepala SDN Ngunut Kecamatan Babadan dan aktif di berbagai organisasi keagamaan dan pendidikan namun tidak membuatnya halangan dalam berwirausaha.

Sebaliknya, pria berkumis yang juga ketua AGPAI Kabupaten Ponorogo ini tidak berhenti berinovasi dengan berbagai bisnisnya. “Inovasi dan kreativitas adalah hal yang perlu dimiliki dan dikembangkan dalam kesuksesan sebuah usaha. Inovasi dan kreativitas adalah inti dari kewirausahaan,” terangnya.

Menurutnya, sebuah inovasi dalam berusaha adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk mengembangkan usaha. “Pengusaha harus inovatif. Jangan Cuma satu usaha, sehingga semisal satu bisnis mati maka yang lain masih hidup, satu hidup maka buatlah usaha kembali, begitu seterusnya,”ungkapnya.

Sedangkan kreativitas, kata Pria kelahiran Ponorogo 13 Pebruari 1963 ini, dapat dipandang sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. “Oleh karena itu, sebagai pemuda yang ingin membangkitkan ekonominya jangan sampai putus asa. Menjadi penguasaha harus kreatif dengan ide-ide barunya,” sebutnya.

Dengan menerapkan kreatif dan inovatif inilah membuat Dakhlan sukses. Yakni dengan menerapkan berbagai usaha. “Banyak hal yang bisa ditempuh pemuda jaman now untuk berwirausaha. Namun saya selalu memang didukung suasana keluarga yang kondusif. Artinya adanya dukungan antara suami dan istri. Rejeki akan lebih berkah. Itu yang paling utama,” ungkap Ketua PGRI Kecamatan Babadan ini.

Soal modal, kata Dakhlan bukan lah penghalang dalam memulai usaha. Meskipun ia mengakui berwirausaha memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun harus siap menjalani berbagai tantangan.

“Saya awalnya juga tidak punya modal sama sekali. Modalnya nekat. Konsentrasi insyaallah bisa, ada jalannya, apapun harus semangat dan inovatif maka hasilnya memuaskan,” sebutnya. Apalagi, Dakhlan punya prinsip yang membuatnya tergerak menjadi pengusaha. “Jangan puas hanya sebagai karyawan, cetaklah pekerjaan,” ungkapnya.

Apa yang dikatakan Dakhlan ini bukan sekadar teori saja. Jiwa bisnisnya sudah muncul ketika dirinya diangkat menjadi PNS tahun 1985 silam menjadi guru di SD di Kecamatan Sampung. Dengan gajinya saat itu yang masih Rp 44 Ribu ia termotivasi untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

Gajinya yang pas-pasan menggerakkan hatinya untuk nyambi berdagang sepeda motor. Sambil menjalani tugas sebagai PNS, ia membagi waktu dengan berdagang sepeda motor. Awalnya juga sepi, Dakhlan muda baru melayani ketika ada teman mencari motor. “Alhamdulillah ternyata pendapatan berdagang saya lebih besar dari gaji yang saya terima,”ceritanya.

Seiring waktu, Dakhlan berpindah tugas menjadi guru di SD Ma’arif Ponorogo. Namun perpindahan tempat tugas ini makin membuatnya terpacu meluaskan jangkauan wilayah bisnis dagang sepeda motor. Hingga akhirnya ia membuka showroom sepeda motor bekas. “Saya ajak dua teman saya berkongsi mendirikan show room,” sebutnya. Bisnis barunya ini pun berkembang pesat. “Sehari saat itu bisa jual 3 sampai 4 sepeda motor. Itu sudah lebih dari cukup, menjalankan roda ekonomi, sangat menunjang sekali,” ungkapnya.

Bisnis Dakhlan semakin meluas dimanapun ia di tempatkan menjadi guru di berbagai SD di kecamatan. “Saya kembangkan pasarnya dimanapun ditugaskan,” sebutnya. Bahkan, dirinya juga sempat mendirikan koperasi bernama Mitra Usaha Sejahtera (MUS). “Koperasi itu sengaja kami dirikan dengan merekrut bakul sepeda motor dan berkembang pesat sekali tahun 2009,” sebutnya.

Tidak hanya itu saja, Dakhlan juga mendirikan koperasi Nawakartika di jalan Sinduro. “Kebetulan saya sebagai lembaga ekonomi di PCNU Ponorogo kemudian mendirikan koperasi syariah milik NU,” sebutnya.

Bukan Dakhlan namanya kalau tidak terus berinovasi. Buktinya, Dakhlan juga punya sebuah CV. Budi Surya sejak tahun 2015. Bergerak di jasa konstruksi, Dakhlan pun sudah banyak mengerjakan berbagai proyek dari pemerintah kabupaten Ponorogo. “Alhamdulillah berkat ridho Allah saya bisa menjalankan CV Budi Surya. Saya bersyukur dengan karunia Allah ini,” pungkas Dakhlan yang juga Ketua Panitia Pembangunan Gedung Terpadu Pelatihan Guru PGRI Ponorogo. (gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here