Home Birokrasi Duhh..Car Free Day Jalan Baru Jadi Pasar Dadakan

Duhh..Car Free Day Jalan Baru Jadi Pasar Dadakan

1496
0

PONOROGO (MP) – Kawasan Jalan Baru Suromenggolo Kota Ponorogo  tumpah ruah oleh warga setiap Minggu pagi akhir pekan. Namun, sejumlah warga mengeluhkan kondisi area car free day (CFD) yang semrawut.

Pantauan  mediaponorogo.com  kawasan CFD di sekitar jalan baru dipenuhi pedagang kaki lima. Tak ada sekat atau pembatas antara warga yang berolahraga dengan pedagang kaki lima. Kawasan CFD layaknya pasar tumpah dadakan.

Mereka para  PKL pun menjajakan dagangannya hingga ke tengah jalan.  Tujuan awal, kegiatan CFD diciptakan Pemkab Ponorogo  untuk memberi ruang bagi warga Ponorogo berolahraga dengan suasana yang nyaman, bebas dari kendaraan dan jualan.

Suasana CFD yang penuh sesak oleh pedagang kaki lima membuat warga tak leluasa beraktivitas karena terganggu dengan kegiatan jual beli. Penjaja makanan dan minuman dadakan  semakin menambah sesaknya kawasan CFD di jalan baru Suromenggolo.

Arip, sesekali harus memperlambat gerakan lari karena terhalang PKL yang mangkal hingga ke tengah jalan. Ia terpaksa harus mengalah. “Saya kira Pemerintah Daerah Ponorogo perlu menertibkan (PKL). Kita mau olahraga bukan mau ke pasar,” kata  Arip yang rumahnya tidak jauh dari kawasan CFD, Minggu (8/10/2017).

Arip juga mengeluhkan, dulu awal dibangunnya CFD agar masyarakat Kota Ponorogo bisa menggunakan untuk berolah raga tiap akhir pekan hari Minggu. “Kalau sekarang, mana bisa berolah raga dengan nyaman kalau banyak pedagang.  Saya berharap ada perhatian dari dinas terkait, karena telah melanggar dari tujuan awal dibentuknya CFD,” terangnya.

Hal senada juga dilontarkan Ari, dulu awal dibukanya CFD warga kota bisa menikmati dan berolah raga dengan enak. Tanpa ada gangguan asap kendaraan, tanpa gangguan adanya orang jual beli. “Ini kan sarana olahraga warga. Engga perlu ada kegiatan-kegiatan yang di luar olahraga,” kata  Ari salah satu peserta CFD lainnya.

Sementara Ribut Riyanto salah satu  anggota DPRD Ponorogo dari Komisi D mengungkapkan, saat ini car free day di jalan baru Suromenggolo sudah beralih fungsi menjadi pasar. Namun demikian pihaknya juga tidak bisa menyalahkan para UKM yang berjualan disana, karena mereka juga ingin berkembang dan usahanya lancar. “Pertama saya bersyukur, saat ini UKM di Ponorogo sudah bisa berjalan. Akan tetapi, kalau tujuan awal pembangunan CFD untuk berolah raga dan saat ini sudah tidak nyaman lagi, perlu ada penyelesaian. Yang jelas ada win-win solusion,” ujar Ribut, Rabu (11/10).

Politikus asal PKS yang membidangi kepemudaan olah raga dan social itu juga ingin UKM tetap bisa berjualan, mereka yang berolah raga juga berjalan. Pihaknya akan mengusukan, kawasan CFD bisa ditambah, tidak hanya di jalan baru saja, namun bisa ditambah di jalan Soekarno Hatta (Pasar Legi sampai ngepos) atau di Jalan Pramuka ke Timur. Harapannya, CFD jalan, dan UMKM nya juga tetap berjualan. “Saya juga ada warga binaan UKM yang jualan disana, dan mereka ingin agar dipertahankan. Dengan kondisi ini Saya berharap Pemkab memberikan win-win solusion yang tidak saling merugikan,” pungkasnya. (mny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here