Home Birokrasi Fenomena Pergeseran Nilai & Garap Reyog, Shodig : Perlu Ketegasan dan Konsistensi

Fenomena Pergeseran Nilai & Garap Reyog, Shodig : Perlu Ketegasan dan Konsistensi

75
0

PONOROGO, (MP) – Dengan adanya fenomena pergeseran nilai dan garap reyog (iringan dan koreografi) ini, Shodiq Pristiwanto menilai butuh ketegasan dan konsistensi. Karena event ini sifatnya kompetisi. “Kenapa ini butuh ketegasan dan konsistensi. Supaya tidak terjadi kebingungan di kalangan pengkarya (peserta)  yang tentunya pasti ingin bersaing untuk mencari kemenangan. Nah kalau antara team Penilai dengan para peserta mempunyai pemahaman yang sama terhadap kisi-kisi pedoman tersebut tentu bisa meminimalisir perselisihan di peserta terhadap hasil kejuaraan,”sebutnya.

Shodig berharap perlu adanya kesadaran tinggi terkait pedoman dasar ini digunakan acuan baik bagi koregrafer, pañitia, dan bahkan dewanjuri. “Saya yakin dewan yuri terpilih itu seniman handal semua, cuma menyamakan persepsi terhadap apa yang dikehendaki Ponorogo itu wajib. Dan itu Hak Panitia atau Kabupaten Ponorogo selaku penyelenggara sekaligus pemilik Kesenian Reyog,” sebutnya.

Bila ini tidak dilakukan, kata Shodik, dewanjuri pun bisa menjadi kambing hitam dan menjadi orang yang paling disalahkan. “Kalau tidak disadari dan diterapkan maka akan muncul korban di wilayah juri. Tragis pasti itu. Kalau ada yang kalah kemudian mencari sisik melik melihat di luar kontek maka yang ada adalah muncul fitnah-fitnah di luar urusan tekhnis,”ungkapnya.

Dia juga berharap, agar FRM tidak kebablasan seperti Festival Nasional Reyog Ponorogo. Pasalnya, FRM ini wadah bagi generasi penerus. “Jangan dipaksakan pola geraknnya mbleayu tanpa batas. Kalau dipaksakan generasi kedepan yewes mlayu tekan ngendi-ngendi,” pungkasnya. (asr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here