Home Headline Manajemen Masih Manual, RSUD dr. Harjono Rawan Kebocoran

Manajemen Masih Manual, RSUD dr. Harjono Rawan Kebocoran

199
0
Ubahil Islam

PONOROGO (MP) – Hasil sidak Komisi D DPRD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono beberapa hari yang lalu, mengasilkan beberapa temuan. Diantaranya, peralatan canggih CT Scan milik RSUD yang menghabiskan anggaran milyaran sampai hari ini mangkrak, sintem manajemen menggunakan semi manual dan pencatatan pendapatan disetiap kamar atau ruang inap dinilai masih kurang maksimal. Wakil ketua Komisi D Ubahil Islam saat dikonfirmasi mengungkapkan, hasil dari sidak di rumah sakit plat merah itu akan segera dijadikan bahasan dan analisa di Komisi D.

“Yang saya sayangkan adalah system manajement diruangan masing-masing kamar RSUD dr. Harjono yang masih menggunakan manual,” ujar Ubahil, Senin (18/09) usai mengikuti acara Rapat Paripurna DPRD. Dengan sistyem manual tersebut lanjut Ubahil, otomomatis tidak bisa dikontral dengan detail. Kalau secara informasi itu sudah jelas. Seperti yang kita lakukan, pihaknya mengambil sampel pada bulan Juni 2017. Setiap bulannya kita lihat berapa pendapatannya, dalam satu ruangan. Ternyata cukup besar pendapatannya, sekalipun itu masih menggunakan system manual.

Dikatakan, dari hasil sampel yang dilakukan Komisi D terhadap RSUD dr. Harjono didapatkan perolahan pendapatan dari ruang perkamar cukup tinggi. “Kalau kita kalikan dengan jumlah kamar, dikali bulan dan tahun maka akan mendapatkan pendapatan yang cukup tinggi,” jelasnya. Dengan temuan ini tambah Ubahil, menjadi bahasan di Komisi D DPRD Ponorogo. Sehingga ada yang perlu digaris besar, jika di RSUD dr. Harjono Paju itu jika sampai sekarang masih menggunakan system manual itu yang kami sayangkan. “Kita hanya mengatakan, jika rumah sakait sebesar ini masih menggunakan system manual, tidak menutup kemungkinan adanya kebocoran,” terangnya.

Sementara itu Bambang Triwahono selaku pengawas RSUD dr. Harjono yang juga kepala BPPKAD mengakui kalau saat ini pihak manajement di rumah sakit milik daerah itu masih menggunakan system semi manual. Namun tak lama lagi pihaknya, berjanji akan menggunakan Sim Informasi Manajement Rumah Sakit (SIM-RS). “Sebenarnya dari kalangan dewan tiap tahun sudah memberikan masukan terkait manajement SIM-RS. Dan saat ini di APBD Perubahan sudah dianggarkan, maka tidak lama lagi akan dilakukan lelang,” ujarnya.

Dikatakan, pelaksanaan SIM-RS di rumah sakit dr. Harjono sudah mulai berjalan sekarang. Dengan SIM-RS itu nanti semua aplikasi bisa diakses secara one line. “Sebenarnya dari pengawas juga sudah sering merekomendasikan, termasuk dari sisi tariff. Dimana sejak tahun 2011 belum ada perubahan, dan terkait hal ini pihaknya juga mengajukan agar ada peninjauan ulang terkait tarif,” pungkasnya. (mny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here