KOTA, Media Ponorogo — Prestasi membanggakan kembali mengharumkan dunia pendidikan Ponorogo di kancah regional hingga internasional.
Endy Bagus Setyawan Ramadhani, S.Pd., guru Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK PGRI 2 Ponorogo, sukses meraih Juara Pertama dalam pelatihan pembuatan film dan animasi berbasis Artificial Intelligence (AI) tingkat Provinsi Jawa Timur, Jumat (30/10/2026).
Capaian gemilang ini diraih setelah karyanya yang mengangkat keagungan Legenda Reog Ponorogo dalam format animasi digital dinobatkan sebagai salah satu yang terbaik oleh tim penilai dari Boke Technology bersama Science Techno Park (STP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Keberhasilan ini disambut dengan rasa syukur dan apresiasi tinggi oleh Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Salim, S.Kom.
Di bawah kepemimpinannya, sekolah terus mendorong ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap disrupsi teknologi digital tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
”Kami sangat bangga dan mengapresiasi pencapaian luar biasa yang diraih oleh Pak Endy. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa tenaga pendidik di SMK PGRI 2 Ponorogo selalu siap bergerak proaktif mengikuti arus teknologi modern, khususnya kecerdasan buatan, sekaligus konsisten memanfaatkannya untuk merawat dan melestarikan budaya adiluhung Reog Ponorogo,” tegas Agus Salim, S.Kom.
Ia berharap tradisi juara dan semangat inovasi ini dapat menular serta menjadi inspirasi besar bagi para siswa dan seluruh civitas akademika SMK PGRI 2 Ponorogo untuk terus menorehkan prestasi gemilang.
Pelatihan intensif yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur ini berlangsung selama dua bulan, dari Agustus hingga Oktober 2026, dan diikuti oleh 50 guru SMK pilihan se-Jawa Timur.
Endy mengaku awalnya mengira program tersebut hanyalah kegiatan sertifikasi peningkatan kompetensi guru pada umumnya.
Namun, proses panjang membawanya pada pengalaman berharga di dunia teknologi kreatif mutakhir.
Bersama puluhan guru lainnya, ia dibekali teknik menyusun prompt (instruksi visual) yang presisi serta mengoperasikan WonderClip AI untuk mengubah teks menjadi rangkaian visual berbasis kanvas.
Di tengah tantangan teknis seperti keterbatasan kuota kredit aplikasi AI, ia tetap tekun mencari alternatif tools hingga karyanya rampung dengan kualitas prima.
”Pemanfaatan AI terbukti mampu memangkas waktu produksi secara signifikan. Tantangannya memang saat kredit aplikasi habis, tapi dengan ketekunan, proses kreatif bisa terus berjalan,” tutur Endy.
Bersiap Menuju Shanghai, Cina
Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kompetensi guru vokasi agar adaptif terhadap industri kreatif masa kini.
Dari 50 peserta, 15 guru dengan karya terbaik—termasuk Endy Bagus Setyawan Ramadhani—berhak melaju ke tahap pembekalan lanjutan pembuatan gim berbasis AI.
Rangkaian program ini dipersiapkan sebagai ajang seleksi dan pemusatan latihan menuju kompetisi internasional pembuatan gim berbasis AI di Shanghai, Cina, pada Januari 2027 mendatang.
Melalui prestasi ini, SMK PGRI 2 Ponorogo kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah kejuruan unggulan yang siap melahirkan generasi kreatif, melek teknologi global, berkarakter, serta berdaya saing tinggi. (mas)








































