KOTA, Media Ponorogo – Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti Lapangan Gontor Mini Soccer, Jalan Semeru, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (3/9/2026).
Lapangan hijau tersebut menjadi saksi dibukanya turnamen Bahlil Mini Soccer U-17 Zona Madiun Raya yang dijadwalkan berlangsung pada 3–4 September 2026.
Ajang kompetisi usia muda yang diikuti oleh 16 sekolah tingkat SMA/SMK se-Madiun Raya ini mendapat apresiasi hangat dari anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Golkar, Hj. Atika Banowati, S.H.
Hj. Atika mengungkapkan, pembukaan turnamen berlangsung sangat kondusif, lancar, dan dipenuhi antusiasme tinggi, baik dari para peserta maupun tamu undangan yang hadir.
“Acara pembukaan turnamen Bahlil Mini Soccer berjalan dengan lancar, kondusif, dan penuh keceriaan. Seluruh peserta serta tamu yang hadir menyambut kegiatan ini dengan rasa senang dan bahagia,” ujar legislator Golkar dari Dapil Jatim IX (Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Magetan, dan Ngawi) tersebut.
Menurut Atika, nilai terpenting dari turnamen ini bukan sekadar mengejar status juara. Lebih dari itu, olahraga menjadi jembatan efektif untuk membangun ruang interaksi yang hangat dan santai dengan generasi muda.
Langkah ini juga sekaligus mematahkan stigma bahwa politik selalu bersifat kaku, serius, atau menakutkan.
“Pihak Golkar ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa partai politik bukanlah sesuatu yang menakutkan atau harus dihindari. Sebaliknya, politik bisa hadir sebagai wadah yang menyenangkan, mengasyikkan, dan membawa kegembiraan,” jelasnya.
Ia pun berharap kondusivitas turnamen ini dapat terjaga hingga partai puncak, sekaligus mampu menjaring bibit-bibit muda terbaik dari Madiun Raya untuk bersaing di tingkat provinsi.
“Besar harapan agar wilayah Madiun Raya atau Zona 2 ini mampu melahirkan dan mengirimkan tim terbaik untuk berlaga serta meraih kemenangan di Surabaya nanti,” tambah Atika.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si., saat membuka turnamen menegaskan bahwa Bahlil Mini Soccer U-17 difungsikan sebagai pilot project. Ke depannya, ajang serupa diharapkan bisa terus berkembang dan menjadi agenda rutin secara nasional guna merangkul potensi anak muda di bidang olahraga. (nuryasin).















































