KOTA, Media Ponorogo — SMK Bakti Ponorogo terus memperkuat kualitas pendidikan dan pembentukan karakter siswa.
Terbukti SMK yang dinakhodai Basuki Ikhsan, S.Si Alumni ITS Surabaya ini melakukan berbagai terobosan dan inovasi program untuk meningkatkan disiplin serta integritas peserta didik baru.
Salah satu langkah nyata yang diterapkan tahun ini adalah penambahan durasi kegiatan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Jika sebelumnya PBB hanya dilaksanakan selama dua hari di sela-sela masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tahun ini durasinya ditambah menjadi tiga hari penuh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan MPLS selama lima hari sejak Senin hingga Jumat (13 Juli), yang kemudian dilanjutkan dengan latihan PBB dari hari Senin hingga Rabu.
Basuki menjelaskan bahwa program ini bertujuan mempercepat proses pendewasaan siswa yang baru transisi dari tingkat SMP ke SMA/SMK.
”Kegiatan PBB ini mampu membangun integritas siswa. Tingkat tanggung jawabnya jadi meningkat, cinta tanah air atau rasa nasionalismenya juga meningkat, serta pendewasaan anak-anak dari SMP ke SMA atau SMK relatif cepat tercapai,” ungkap Basuki.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama PBB bukanlah untuk mengarahkan siswa berkarier di militer atau kepolisian.
“Sering disalahpahami bahwa tujuan PBB itu bukan semata-mata mempersiapkan anak-anak untuk menjadi TNI atau Polri, bukan itu. Sejatinya dengan pelaksanaan PBB ini jiwa korsa siswa meningkat, nasionalisme meningkat, dan rasa tanggung jawab tertanam kuat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, SMK Bakti Ponorogo menggandeng personel TNI dari Koramil Babadan yang didampingi oleh tim kesiswaan sekolah.
Sebanyak 3 hingga 4 anggota TNI diterjunkan setiap harinya untuk melatih total 208 siswa baru tahun ajaran 2026.
Materi yang diberikan difokuskan pada tiga hal utama, yakni peningkatan konsentrasi dan fokus siswa, kedisiplinan serta ketertiban, dan pembangunan rasa percaya diri.
Pun, berkat konsistensi pembinaan karakter, inovasi kegiatan, serta sejumlah prestasi yang diraih, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap SMK Bakti Ponorogo terus meningkat.
Total 208 siswa baru tahun ini terbagi ke dalam 7 rombongan belajar (rombel).
Bahkan, tingginya animo masyarakat membuat kuota pada jurusan tertentu harus ditutup sebelum jadwal PPDB resmi berakhir.
”Terutama untuk kuota jurusan Teknik Pemesinan (TPM) dan Teknik Sepeda Motor (TSM), kuotanya terpenuhi dua rombel maksimal karena kecukupan ruang praktiknya sementara ini untuk dua rombel saja. Sehingga kalau sudah mencapai itu, dengan terpaksa siswa tidak bisa masuk lagi ke jurusan tersebut,” jelasnya.
Melalui program-program tersebut, pihak sekolah berharap para siswa bisa tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tertib, bertanggung jawab, rapi, memiliki etos kerja tinggi, serta mampu memenuhi harapan orang tua mereka. (mas)













































