KOTA, Media Ponorogo – Tampilan mobil hias dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo sukses tampil megah, berkarakter Islami, dan memukau masyarakat di sepanjang jalan pada Selasa (16/6).
Dengan desain arsitektur yang megah, mobil hias MAN 2 Ponorogo mengombinasikan replika fasad depan madrasah dengan kubah kuning yang ikonik di bagian atasnya.
Karakter desain ini secara kuat memancarkan identitas lembaga pendidikan Islam yang modern namun tetap kokoh menjaga tradisi.
Kontan saja, menyedot perhatian ribuan pasang mata melalui acara Kirab Pusaka, Pawai Lintas Sejarah, dan Jamasan Pusaka yang memadati rute sejarah dari Kota Lama menuju Kota Tengah (Paseban).
Kepala MAN 2 Ponorogo, Agung Drajatmono, M.Pd., yang mengawal langsung jalannya pawai di lokasi, menjelaskan bahwa pada tahun ini madrasahnya secara khusus mengangkat tema tokoh sejarah lokal, Ki Ageng Kutu.
“Tema ini kami wujudkan dalam bentuk kendaraan hias yang menggambarkan fasad depan MAN 2 Ponorogo, lengkap dengan kubah di atasnya. Kubah tersebut menjadi simbol penegasan bahwa MAN 2 Ponorogo senantiasa mengedepankan nilai religius dan keagamaan, yang selaras dengan visi utama kami, yaitu RUBI (Religius, Unggul, Berbudaya, dan Integritas),” ujar Agung Drajatmono saat ditemui di sela-sela acara.
Kemegahan mobil hias tersebut semakin hidup dengan kehadiran sepasang siswa-siswi berprestasi, yaitu Darell Messi Hadyan Kumara dan Mufidah Amalia.
Keduanya tampil anggun dan berwibawa di atas mobil hias dengan mengenakan busana adat pengantin Jawa lengkap dengan hiasan kepala (kuluk dan sanggul) keemasan yang megah, merepresentasikan sosok raja dan ratu.
Sepanjang rute kirab, keduanya menyapa masyarakat Ponorogo dengan senyum ramah dan lambaian tangan yang hangat.
Lebih lanjut, Agung Drajatmono menegaskan bahwa keikutsertaan MAN 2 Ponorogo dalam perhelatan budaya ini bukan sekadar partisipasi seremonial.
Ada nilai filosofis mendalam yang ingin ditanamkan madrasah kepada para siswa dan masyarakat luas.
“Nilai yang ingin kami tanamkan adalah nilai-nilai budaya melalui syiar agama Islam. MAN 2 Ponorogo selalu aktif dalam setiap kirab budaya sebagai bukti nyata dukungan kami terhadap kelestarian budaya Ponorogo. Ini sesuai dengan poin ‘Berbudaya’ dalam visi RUBI, yang bermakna madrasah kami selalu mendukung penuh kelestarian budaya daerah sekaligus budaya nasional,” tambahnya.
Melalui momentum Grebeg Suro 2026 ini, pihak madrasah berharap MAN 2 Ponorogo dapat semakin melekat di hati masyarakat luas.
Mehadiran mobil hias yang sarat akan makna religius dan budaya ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi kreatif untuk menunjukkan bahwa pendidikan madrasah mampu berjalan beriringan dengan kearifan lokal secara harmonis dan integratif. (Mas)












































