SLAHUNG, Media Ponorogo – Panggung utama Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Grebeg Suro 2026 kembali bergemuruh.
Pada malam kedua festival yang digelar Jumat (12/6/2026), grup Reog Krida Chitraka Muda utusan SMKN 1 Slahung sukses memukau ribuan pasang mata.
Tampil meyakinkan di nomor urut 10, para delegasi muda ini menyuguhkan performa yang luar biasa dan all-out.
Penampilan spektakuler di alun-alun kebanggaan warga Ponorogo ini sekaligus menjadi panggung branding yang kuat bagi SMKN 1 Slahung.
Mereka membuktikan diri bukan sekadar institusi pendidikan vokasi unggulan, tetapi juga garda terdepan pencetak generasi muda pelestari budaya leluhur.
Kepala SMKN 1 Slahung, Sutikno, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswanya di atas panggung.
“Alhamdulillah, anak-anak bisa tampil luar biasa, maksimal, dan all-out. Hasil ini tidak lepas dari proses panjang, di mana persiapan dan latihan sudah kami mulai secara intensif sejak bulan Februari 2026 lalu,” ungkap Sutikno.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa partisipasi di ajang bergengsi tahunan ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar kompetisi.
Penampilan Krida Chitraka Muda menjadi bukti sahih bahwa SMKN 1 Slahung tetap eksis dan memiliki komitmen tinggi untuk menjaga, melestarikan, serta mewariskan mahakarya budaya Reog Ponorogo.
“Melalui proses seni ini, kami dapat menanamkan pendidikan karakter yang positif kepada siswa SMKN 1 Slahung. Ada nilai kerja keras, kerja sama yang solid, kedisiplinan, sikap pantang menyerah, rasa percaya diri, dan tentu saja mental yang siap berkompetisi,” urainya.
Kesuksesan aksi teatrikal dan musikal Krida Chitraka Muda ini tentu tak lepas dari tangan dingin sang pembina, Nur Muhammad Bagas Aprillian.
Di bawah asuhannya, grup kebanggaan SMKN 1 Slahung ini tercatat telah tiga kali berturut-turut sukses menembus panggung FNRP sejak tahun 2024.
“Sangat-sangat puasss dengan tampilan Reog Krida Chitraka Muda malam ini,” puji Mas Bagas dengan penuh rasa bangga usai mengawal anak didiknya berlaga.
Konsistensi SMKN 1 Slahung dalam mengikuti event akbar Grebeg Suro merupakan wujud nyata kecintaan terhadap warisan seni budaya Nusantara.
Langkah taktis ini menjadi kontribusi langsung dari sekolah untuk turut mengawal dan melestarikan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya dunia (ICH UNESCO).
Di sisi lain, panggung megah FNRP sukses memberikan ruang berekspresi dan kesempatan emas bagi siswa-siswi SMKN 1 Slahung untuk menunjukkan bakat serta potensi terbaik mereka langsung di hadapan publik luas.
Sebuah langkah branding yang cerdas, mencetak lulusan terampil yang tetap membumi dan bangga akan jati diri budayanya. (mas)






































