Home Budaya Pesona Grebeg Suro 2026 Tarik Animo Wisatawan Mancanegara, Bukti Ponorogo Kota Kreatif...

Pesona Grebeg Suro 2026 Tarik Animo Wisatawan Mancanegara, Bukti Ponorogo Kota Kreatif Dunia

0

Grebeg Suro Ponorogo 2026 Masuk Top 10 Nusantara, Plt Bupati: Status Kota Kreatif UNESCO Adalah Amanah Besar

KOTA, Media Ponorogo – Predikat Kota Kreatif Dunia (Creative Cities Network) dari UNESCO yang kini disandang Ponorogo bukan sekadar papan nama.

Sabtu malam (6/6/2026), lewat prosesi pembukaan Grebeg Suro 2026 di Panggung Utama Alun-alun, kabupaten di barat Jawa Timur ini membuktikan kelasnya di hadapan dunia.

Malam itu, Alun-Alun Ponorogo seolah menjadi episentrum budaya global.

Ribuan pasang mata menyemut, menyaksikan bagaimana tradisi ratusan tahun dikemas dalam sebuah seni pertunjukan modern yang memukau.

Hebatnya, magnet budaya ini tak hanya menyihir warga lokal. Di barisan depan, tampak sejumlah wisatawan mancanegara dari Jepang, Korea, Paris, hingga Belanda larut dalam kemeriahan.

Sapaan hangat pun meluncur dari Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, saat memberikan sambutan.

“Ada Opa (Korea) tadi, ada Mr. Adam juga, ada dari Paris, dari Belanda. Welcome to Indonesia and to the city of Ponorogo!” ujar Bunda Rita—sapaan akrabnya—yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan penonton dan para turis asing.

Bunda Rita menegaskan, status Ponorogo sebagai Kota Kreatif UNESCO dan masuknya Reyog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Dunia, serta jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 membawa tanggung jawab yang besar.

Grebeg Suro adalah pembuktian bahwa Ponorogo mampu merawat warisan masa lalu sekaligus membuatnya tetap relevan di era modern.

“Grebeg Suro bukan sekadar pesta rakyat biasa. Ini adalah warisan luhur nenek moyang kita, tradisi sakral yang telah hidup dan tumbuh di Tanah Ponorogo selama berabad-abad,” tegasnya dengan penuh kebanggaan.

“Ini adalah suatu amanah besar di pundak kita semua. Melalui Grebeg Suro ini, kita kembali menegaskan tekad untuk terus menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada dunia.”

Sebagai bukti nyata kota kreatif, tahun ini Pemkab Ponorogo menyajikan 29 rangkaian kegiatan spektakuler.

Mulai dari Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP), Festival Reyog Remaja, grebeg bonsai, pameran pusaka, hingga larungan risalah doa di Telaga Ngebel. Semua lini ekonomi kreatif bergerak, menjadikannya kekuatan utama untuk memajukan pariwisata dan mendongkrak perekonomian daerah.

Acara yang berlangsung penuh khidmat ini mencapai puncaknya saat prosesi peresmian.

Usai mengumandangkan takbir, pembukaan secara simbolis ditandai dengan pelecutan Pecut Samandiman di atas panggung utama.

Suara lecutan pecut menjadi penanda sahih: selama satu bulan ke depan, sang Kota Kreatif Dunia siap menggelar karpet merah bagi wisatawan domestik maupun internasional untuk menikmati mahakarya budaya terbaik nusantara. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here