Home Headline Ditinggal Tarawih, Rumah Warga Sidorejo Ponorogo Dibobol Maling: Emas Plus Uang Total...

Ditinggal Tarawih, Rumah Warga Sidorejo Ponorogo Dibobol Maling: Emas Plus Uang Total Rp 64 Juta Ludes!

0

SUKOREJO, Media Ponorogo – Musibah menimpa Sutarman, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.

Berniat mencari pahala dengan beribadah di masjid, rumahnya justru disatroni kawanan pencuri yang menguras harta bendanya hingga puluhan juta rupiah.

Peristiwa pembobolan ini terjadi saat korban dan istrinya tengah melaksanakan ibadah salat tarawih.

Akibat insiden tersebut, perhiasan emas dan uang tunai dengan total kerugian mencapai Rp 64 juta raib tanpa bekas.

Kronologi: Pelaku Masuk Lewat Jendela Depan

Aksi pencurian ini diduga telah direncanakan dengan memanfaatkan situasi rumah yang kosong. Sutarman menceritakan bahwa ia meninggalkan rumah dalam keadaan pintu dan jendela terkunci rapat.

“Saat ditinggal, saya dan istri ke masjid. Rumah dalam keadaan kosong, jendela dan pintu sudah terkunci rapat,” ungkap Sutarman dengan nada lemas, Minggu (1/3/2026).

Kecurigaan muncul saat korban pulang dari masjid sekitar pukul 21.00 WIB. Sutarman mendapati lampu kamarnya menyala, padahal ia ingat betul telah memadamkannya sebelum berangkat.

Setelah diperiksa, ia mendapati engsel jendela depan sudah rusak akibat dicongkel paksa. Pelaku diduga masuk lewat jendela tersebut, mengacak-acak isi kamar, lalu melarikan diri melalui pintu belakang.

Rincian Kerugian: Perhiasan dan Modal Toko Disikat
Pelaku tampak sangat jeli dalam mencari tempat penyimpanan barang berharga. Berdasarkan pengecekan korban, barang-barang yang hilang meliputi:

Perhiasan Emas: Berbagai jenis perhiasan yang disimpan di dalam lemari kamar.

Uang Tunai: Uang di dalam dompet dan uang modal usaha yang disimpan di rak toko.

“Saya cek barang berharga di lemari sudah tidak ada. Uang di dompet dan di rak toko juga hilang. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 64 juta,” tambah Sutarman.

Polisi Buru Pelaku Melalui Rekaman CCTV Warga

Pihak kepolisian dari Polsek Sukorejo segera turun tangan setelah menerima laporan dari perangkat desa setempat. Meski di rumah korban tidak terpasang kamera pengawas, polisi kini tengah menyisir area sekitar.

Kapolsek Sukorejo membenarkan adanya laporan pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut dan menyatakan tim penyidik sedang melakukan pengembangan kasus.

“Kami sedang melakukan pengembangan dan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi milik warga atau fasilitas umum. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong selama bulan Ramadan,” tegas Kapolsek Sukorejo.

Pihak kepolisian juga meminta warga untuk kembali mengaktifkan siskamling dan memastikan rumah terkunci ganda guna meminimalisir celah kejahatan menjelang Lebaran. (mny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here