BABADAN, Media Ponorogo – Halaman Kantor Desa Lembah, Kecamatan Babadan, terlihat ramai dan penuh semangat pada Kamis (8/1/2026).
Puluhan unit sepeda motor dari berbagai merek berjejer rapi, sementara warga sekitar bahkan pengguna jalan yang kebetulan melintas bergantian mengantre dengan wajah sumringah.
Mereka bukan datang untuk urusan administrasi desa, melainkan memanfaatkan layanan servis gratis sepeda motor yang diselenggarakan oleh siswa SMK PGRI 2 Ponorogo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir pengabdian masyarakat bagi seluruh siswa kelas XII jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).
Selain menguji kompetensi teknis yang telah dipelajari, program ini juga dirancang sebagai bentuk kontribusi pendidikan vokasi terhadap kebutuhan masyarakat sekitar.
Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Pariadi, menjelaskan bahwa tugas akhir berbasis pengabdian ini memiliki tujuan ganda.
“Ini bukan sekadar ujian keterampilan teknis semata, tetapi juga pembelajaran sosial bagi siswa. Kegiatan ini menjadi gambaran nyata ketika mereka nantinya terjun ke dunia kerja dan berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agus, melalui program ini, siswa tidak hanya dilatih dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga dibentuk mental, fisik, serta etika pelayanan yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat sendiri disebarkan secara strategis, mulai dari lingkungan sekolah, kantor pemerintahan, hingga fasilitas umum di berbagai wilayah.
“Tak hanya jurusan TSM yang melaksanakan program ini. Jurusan lain di sekolah juga menjalankan pengabdian masyarakat sesuai dengan kompetensi masing-masing. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung dan menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat,” tambahnya.
Guru pembimbing jurusan TSM, Rika Dwi Pranomo, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara serentak di berbagai titik yang dipilih sendiri oleh kelompok siswa.
“Setiap kelompok terdiri dari sembilan siswa, dengan target menangani 20 hingga 30 kendaraan per hari. Total ada 12 kelompok yang terlibat, dan masing-masing kelompok akan melayani di dua lokasi berbeda,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan praktik di lapangan, para siswa telah dibekali dengan peralatan servis ringan yang lengkap.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan sistem CVT, pembersihan filter udara serta komponen penting lainnya, hingga penggantian oli mesin – dengan catatan oli yang digunakan disediakan oleh pemilik kendaraan sendiri.
“Servis jenis berat sebenarnya bisa kami layani, namun mengingat keterbatasan waktu dan kondisi lapangan, pada kesempatan ini kami fokus pada pemberian servis ringan yang dapat memberikan manfaat optimal bagi pemilik kendaraan,” imbuh Rika.
Respon positif datang langsung dari warga yang memanfaatkan layanan tersebut. Shandra, salah satu warga Desa Lembah, mengaku mengetahui kegiatan ini melalui informasi dari teman dan langsung memutuskan untuk mendaftar.
“Alhamdulillah, sangat terbantu sekali. Biaya yang biasanya dikeluarkan untuk servis rutin dan ganti oli jadi tidak perlu dikeluarkan. Semoga kegiatan yang bermanfaat seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala,” ucapnya dengan senyum puas.
Pendaftaran layanan servis gratis ini berjalan lancar, dengan petugas dari kalangan siswa yang siap membantu warga dalam mengisi formulir dan menjelaskan tahapan servis yang akan dilakukan pada kendaraan mereka. (ist)













































