Home Budaya SMKN 1 Ponorogo Sulap Instagram Jadi Portofolio Karier Siswa lewat DIGI-TRACE

SMKN 1 Ponorogo Sulap Instagram Jadi Portofolio Karier Siswa lewat DIGI-TRACE

0

PONOROGO – SMK Negeri 1 Ponorogo kembali menghadirkan terobosan di bidang pendidikan vokasi. Melalui inovasi bertajuk DIGI-TRACE (Digital Talent Record and Career Evidence), sekolah yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman Nomor 10 Ponorogo ini mengajak siswanya mengubah akun Instagram menjadi portofolio digital yang merekam talenta sekaligus membuktikan kompetensi mereka. Program yang mulai diterapkan pada tahun 2026 ini digagas sebagai jawaban atas persoalan klasik di dunia kejuruan: banyak karya dan prestasi siswa yang bagus, tetapi tidak terlihat oleh dunia kerja. Selama ini, sertifikat, hasil praktik, produk kreatif, hingga pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa kerap tersimpan terpisah dalam bentuk berkas fisik yang mudah hilang dan sulit ditelusuri. Padahal, dunia usaha dan dunia industri (DUDI) justru membutuhkan gambaran nyata kemampuan calon tenaga kerja. Di sisi lain, hampir seluruh siswa aktif bermedia sosial, namun pemanfaatannya masih berhenti pada hiburan semata. “DIGI-TRACE hadir untuk menjembatani kesenjangan itu. Kami ingin setiap karya siswa tidak berhenti di map arsip, tetapi terekam rapi, mudah diakses, dan bisa dibanggakan sebagai bukti karier,” ujar Kepala SMK Negeri 1 Ponorogo, Joko Wilis Putro, M.Pd.

Cara kerja DIGI-TRACE tergolong sederhana namun berdampak. Setiap siswa, kelas, maupun program keahlian memiliki akun Instagram portofolio yang dikelola dengan panduan dan standar konten yang telah ditetapkan sekolah. Melalui akun tersebut, siswa mengunggah bukti kompetensi secara berkala mulai dari foto dan video karya, sertifikat, hasil praktik, hingga dokumentasi kegiatan PKL. Guru pembimbing kemudian memverifikasi kualitas, keaslian, dan etika konten yang diunggah, sehingga portofolio yang tampil benar-benar merepresentasikan kemampuan siswa.

Hasilnya adalah sebuah portofolio yang hidup (real-time), visual, dan mudah dibagikan. Rekam talenta (talent record) dan bukti karier (career evidence) ini dapat langsung diakses oleh DUDI, orang tua, maupun masyarakat luas. Dengan begitu, media sosial yang semula identik dengan hiburan berubah menjadi sarana membangun personal branding dan membuka peluang kerja. Keunggulan lain, inovasi ini tidak membutuhkan biaya besar. DIGI-TRACE memanfaatkan platform yang sudah akrab digunakan siswa sehingga cepat diadopsi tanpa perlu mengembangkan aplikasi khusus. Program ini sekaligus menumbuhkan literasi digital dan karakter Profil Pelajar Pancasila, khususnya kemandirian, kreativitas, dan bernalar kritis.

Kehadiran DIGI-TRACE perkuat link and match dengan dunia industry, ini sejalan dengan agenda revitalisasi SMK sebagaimana diamanatkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016, serta mendukung transformasi digital pendidikan sesuai Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pada era rekrutmen digital saat ini, banyak perusahaan menelusuri jejak digital dan portofolio calon pekerja sebelum memutuskan penerimaan. Portofolio yang terstruktur pun menjadi jembatan efektif antara kompetensi siswa dan kebutuhan industri. “Kami berharap DIGI-TRACE memperkuat keterhubungan sekolah dengan DUDI. Ketika industri bisa menelusuri talenta siswa hanya dengan sekali klik, peluang keterserapan lulusan otomatis meningkat,” kata koordinator Tim Pengelola DIGI-TRACE SMK Negeri 1 Ponorogo Manfaat program ini dirasakan berbagai pihak. Bagi siswa, DIGI-TRACE menjadi bukti karier sekaligus sarana meningkatkan kepercayaan diri dan daya saing. Bagi sekolah, program ini menjadi ajang promosi kompetensi lulusan sekaligus menegaskan citra SMK Negeri 1 Ponorogo sebagai lembaga vokasi yang adaptif terhadap teknologi. Sementara bagi DUDI, portofolio digital memudahkan penelusuran dan perekrutan talenta yang sesuai kebutuhan.

Melalui budaya dokumentasi karier, pihak sekolah menargetkan DIGI-TRACE tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan tumbuh menjadi budaya mendokumentasikan karier secara digital. Sekolah juga membuka peluang untuk menautkan portofolio siswa ke kegiatan Bursa Kerja Khusus (BKK) dan pameran karya, serta berbagi praktik baik dengan satuan pendidikan lain melalui kegiatan studi tiru. Dengan dukungan kebijakan, penguatan literasi digital, dan kolaborasi lintas pihak, DIGI-TRACE diharapkan menjadi model penyiapan karier siswa berbasis digital yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Bagi SMK Negeri 1 Ponorogo, inovasi ini menegaskan satu keyakinan sederhana: sekolah tidak hanya bertugas mencetak kompetensi, tetapi juga memastikan kompetensi itu terlihat dan diakui dunia kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here