Home Headline Bupati Ponorogo : Jangan Remehkan, 3 Orang Satu Keluarga Nakes Meninggal Karena...

Bupati Ponorogo : Jangan Remehkan, 3 Orang Satu Keluarga Nakes Meninggal Karena Covid-19

0

PONOROGO – Setelah merenggut nyawa bidan dan ibunya, kini M. Hadi Kusno (76 tahun) ayah dari tenaga kesehatan (nakes) itu ikut berpulang karena Covid-19.

Hadi Kusno purna PNS adalah korban yang merupakan anggota keluarga inti dan kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19 sebelumnya.

Di mana, sebelumnya yang meninggal dunia adalah Sri Pujiati dan Bidan Endang Mutyaningsih (29/12/2020) lalu.

Kondisi korban yang sudah tua dan anggota keluarga ada 2 dua yang meninggal dunia, menyebabkan yang bersangkutan shock dan kondisi kesehatan menurun dan dirujuk ke RSUD Ponorogo.

Korban M.Hadi Kasno meninggal dunia di RSUD Ponorogo pada hari Kamis (31 Desember 2020) jam 22.30 Wib.

Hari ini Pukul 08.00 Wib jenasah tiba di pemakaman umum Desa Wonoketro Jetis.

Selanjutnya jenasah langsung dimakamkan dengan protokol kesehatan oleh BPBD Kab. Ponorogo dan satgas Covid-19 desa Wonoketro Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo.

Hasil pemeriksaan Almarhum M. Hadi Kasno meninggal dunia dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan sudah ada hasil pemeriksaan lab PCR Positif Covid-19 dari Rumah Sakit Dr. Harjono Ponorogo.

Petugas pengamanan dan pemakaman dipimpin oleh Kapolsek Jetis IPTU Edy Sucipta, SH bersama, Polsek Jetis 4 pers, Koramil Jetis 3 pers, BPBD Kab. Ponorogo 3 pers, Puskesmas Jetis 4 pers dan Satgas Covid-19 desa Wonoketro.

Bupati Ipong Muchlissoni saat dikonfirmasi mediaponorogo.com mengatakan ikut prihatin dan berdukacita atas meninggalnya satu keluarga tenaga kesehatan di Ponorogo akibat terpapar Covid-19.

“Atas nama pemerintah menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya, duka yang mendalam. Atas kinerja almarhum para nakes semoga menjadi catatan pemerintah dan negara,” tuturnya.

Ipong juga berpesan, agar para tenaga kesehatan di Ponorogo tetap semangat melayani masyarakat dan tetap menjaga kesehatan, terutama imunitas tubuh karena pekerjaannya sangat membutuhkan energi dan penuh resiko.

“Kita tidak boleh anggap remeh Covid, karena Saya juga pernah merasakan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Rahayu Kusdarini saat dikonfirmasi mengatakan langkah yang dilakukan atas kejadian tersebut menghentikan sementara pelayanan di Puskesmas Nailan.

“Semua karyawan Puskesmas Nailan sudah dilakukan tracing dan beberapa karyawannya dilakukan swab. Sementara pelayanan di Puskesmas Nailan terhenti,” kata Irin sapaan akrab Rahayu Kusdarini, Kamis (01/01/2021). (mny).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here