Home Pendidikan Kembangkan Teaching Factory, SMKN 1 Sawoo Hadirkan Pakar Backery Belanda

Kembangkan Teaching Factory, SMKN 1 Sawoo Hadirkan Pakar Backery Belanda

167
0

 

PONOROGO, (MP) – SMKN 1 Sawoo meski secara geografis berada di daerah pinggiran namun mempunyai jaringan global. Bahkan, SMK yang kini dipimpin Drs. Kuntowiyono, MT ini telah membangun networking sampai negeri kincir angin atau Belanda. Terbukti SMKN 1 Sawoo, Rabu (18/10/2017) lalu kedatangan Mr Leo van den Berg pakar bakery dari belanda.

Kedatangan Mr Leo yang juga sector coordinator bakery Netherland ini disambut dengan antusias oleh keluarga besar SMKN 1 Sawoo, jajaran forum pimpinan kecamatan Sawoo serta sejumlah kepala desa di Kecamatan Sawoo, Rabu (18/10/2017). Begitu menginjakkan kaki di SMKN 1 Sawoo Mr. Leo langsung mendapat kalungan bunga dari perwakilan siswa.

Drs. Kuntowiyono, MT Kepala SMKN 1 Sawoo mengaku bangga sekolahnya mampu membangun networking sampai negeri Belanda. Bahkan, kedatangan pakar bakery dari Holland untuk mengembangkan backery di SMKN 1 Sawoo. “Kedatangan Mr. Leo ini dalam rangka mengembangkan program teaching factory jasa boga di SMKN 1 Sawoo,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini tentu saja sebagai sesuatu yang istimewa dan jarang terjadi. Bahkan, kemampuan SMKN 1 Sawoo menghadikan pakar dari negeri belanda ini tergolong pertama dan satu-satunya di Indonesia. Karena baru ada 2 yang difasilitasi pakar backery dari Holand yaitu SMK Amabilis Surabaya dan SMKN 1 Sawoo Kabupaten Ponorogo.

Mr.Leo yang juga PUM Netherland senior expert bakal menularkan ilmu tentang perotian selama sepuluh hari mulai Rabu hingga Minggu mendatang, (18-27/10/2017) mendatang. Menurutnya, ada ratusan resep yang bakal diberikan kepada guru maupun siswa jurusan jasa boga.  “Mr Leo ini nanti memfasilitasi program penguatan pengembangan teaching factory, mengadopsi budaya industri yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran khususnya jurusan jasa boga,” ungkapnya.

Jasa boga ini, kata Kuntowiyono, bakal menjadi pilot projek. “Harapan kami semua jurusan harus sudah mengimplementasikan pengembangkan tefa,” pintanya.

Pihaknya berharap, ilmu yang diajarkan Mr Leo ini nanti bisa mengembangkan tefa SMKN 1 Sawoo yang sudah mengodpsi industri. Bahkan, SMKN 1 Sawoo saat ini sedang membangun Cafe SteFA  Backery (Sawoo Teaching Factory) Backery sebagai wahana implementasi siswa dalam memproduksi, penyajikan dan memasarkan produk roti. “Harapan kami bisa Cafe SteFA Backery ini bisa mendatangkan  income generating unit bagi SMKN 1 Sawoo,” pungkasnya.

Di sisi lain, Mr Leo mengaku senang bisa bergabung dengan keluarga besar SMKN 1 Sawoo. Pria yang mempunyai tinggi 1.95 meter ini memang sudah memiliki darah bakery. Sepanjang hidupnya dihabiskan di bidang perotian. Ia pernah studi di universitas spesial bakery di Netherland dan mendapatkan gelar insinyur perotian.

Pria kelahiran Nederland 30 Januari 1947 ini menjabat sebagai manajer perusahaan bakery yang mempunyai 300 karyawan serta puluhan cabang. Setahun terakhir ini dia menjadi sukarelawan untuk membagikan ilmu perotian di seluruh dunia. “Kami punya perusahaan dsan sekolah di seluruh dunia,” kata Mr Leo. (asr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here