Home Headline Ketuk Hati Bupati Ipong, Mahasiswa Akper Pemkab Tahlilan di Makam Bathoro Katong

Ketuk Hati Bupati Ipong, Mahasiswa Akper Pemkab Tahlilan di Makam Bathoro Katong

258
2

PONOROGO, (MP) – Ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Ponorogo menggelar aksi doa bersama di Makam Batoro Katong, Senin sore (23/10/2017).

Sekitar pukul 15.30 WIB sebanyak 300 mahasiswa bersama alumni menggelar sholat hajat dilanjutkan tahlilan di masjid jami Bathoro Katong Setono Jenangan Ponorogo.

Eqi Mahmud Amrizal koordinator aksi mengatakan, pihaknya sengaja menggelar doa bersama di masjid makam sesepuh Ponorogo agar Allah SWT mengetuk hati Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. Hal itu karena Bupati Ipong telah menolak untuk melepas tanah aset daerah.

“Sore ini kami menggelar sholat jamaah dan doa bersama di makam Bathoro Katong untuk menyadarkan Bupati Ponorogo agar terketuk hatinya supaya melepas tanah aset daerah untuk kampus kami,” ungkap Eqi kepada Media Ponorogo.

Tanah aset daerah itu, kata Eqi sangat penting sebagai prasyarat proses merger Akper Pemkab Ponorogo dengan Poltekkes Malang agar bisa menjadi Perguruan Tinggi Kesehatan Negeri di Ponorogo.

“Padahal dari Kemenkes dan Poltekkes Malang sudah setuju proses merger ini. Cuma Poltekkes meminta lahan untuk pengembangan prodi. Namun sayangnya Bupati Ponorogo tidak mau melepas tanah aset daerah,” terang Eqi yang juga ketua Senat Mahasiswa ini.

Pihaknya kecewa dengan sikap orang nomor satu di Ponorogo yang menolak memberikan tanah aset daerah untuk kampusnya. Padahal, kata dia,  sebelumnya tanah itu sudah diberikan namun belakangan ditolak oleh Bupati Ipong.

“Kami kecewa dengan sikap Bapak Bupati Ipong. Padahal, sebenarnya dari dulu tanahnya sudah diberikan tapi belakangan Bupati Ipong menolaknya. Ada apa ini,” tegasnya.

Dengan penolakan ini, kata Eqi impian masyarakat Ponorogo untuk memiliki Poltekkes Negeri di Bumi Reyog terancam pupus. Padahal, kalau Bupati berpikiran ke depan dengan adanya kampus kesehatan negeri akan bisa memajukan Kabupaten Ponorogo.

“Semoga bapak Bupati Ipong terbuka mata hatinya agar rela melepas aset daerah untuk pengembangan prodi kampus kami dan Ponorogo memiliki Poltekkes Negeri agar pendidikan di Ponorogo lebih baik lagi,” pintanya.

Selain menggelar tahlilan, mahasiswa juga melakukan aksi tanda tangan di kampus untuk memotivasi keluarga besar Akper Pemkab Ponorogo. “Semoga dengan aksi ini bapak Bupati sadar dan terbuka mata hatinya,” pungkasnya.

Seperti diketahui Bupati Ponorogo menolak untuk melepas tanah aset daerah untuk Akper Pemkab Ponorogo. Pemkab Ponorogo enggan untuk melepas eks tanah RSUD seluas kurang lebih 14.000 meter persegi dalam proses pelepasan Akper Pemkab Ponorogo.
Bupati Ipong dengan tegas menolak tanah bekas rumah sakit itu meskipun sebagai syarat yang diminta Politeknik Kesehatan Malang.

Bupati setuju untuk melepas Akper Pemkab namun menolak untuk menyerahkan tanah untuk pengembangan prodi.

“Saya maunya Akper Pemkab Ponorogo yang digabung Poltekkes Malang,” tegasnya.

Bupati punya alasan menolak karena punya kepentingan dengan tanah yang terletak di Jalan dr Cipto Mangunkusumo itu. Bupati Ipong tidak masalah jika rencana merger itu gagal lantaran dirinya tidak sudi memberikan tanah aset tersebut. “Pokoknya kami punya Akper, ya itu yang kami berikan,” tegas Ipong kepada media. (asr)

2 COMMENTS

  1. Mohon kepada bpk bupati yg terhormat untuk memikirkan dan mengembangkan pendidikan kesehatan di kota Ponorogo, sudi untuk menyetujui program akper pemkab menjadi poltekes yg bekerja sama dengan poltekes malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here