Home Headline Merintis Sentra Kopi Sambiganen, Dosen Fakultas Teknik UMPO Perkuat Pemberdayaan Petani melalui...

Merintis Sentra Kopi Sambiganen, Dosen Fakultas Teknik UMPO Perkuat Pemberdayaan Petani melalui Pendampingan Berkelanjutan

0

Melalui kolaborasi kegiatan PMM mahasiswa dan KKN Tematik 2026, tim dosen Fakultas Teknik UMPO melanjutkan pemberdayaan kopi dengan membagikan 1.000 bibit serta menggandeng BPP Ngrayun dalam penyuluhan bagi kelompok tani.

NGRAYUN, Media Ponorogo — Tim dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) yang diketuai Arin Yuli Astuti, S.Kom., M.Kom., melanjutkan pemberdayaan petani kopi di Desa Persiapan Sambiganen, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama mahasiswa melalui kolaborasi program PMM mahasiswa dan KKN Tematik 2026 untuk menjaga kesinambungan pengabdian yang telah dirintis pada tahun sebelumnya.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan ialah pembagian 1.000 bibit kopi kepada kelompok tani.

Penyaluran bibit disertai penyuluhan mengenai budi daya dan perawatan tanaman melalui kerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ngrayun.

Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani dalam mengembangkan kopi sebagai salah satu potensi ekonomi desa.

Bagi tim pengabdian, perintisan sentra kopi merupakan proses bertahap yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Bibit menjadi titik awal, sedangkan perawatan tanaman, pengetahuan petani, dan kesinambungan pendampingan menjadi bagian penting untuk mendukung perkembangannya.

Menjaga Kesinambungan Program Sejak 2025

Pengembangan kopi di wilayah ini berkaitan dengan pelaksanaan KKN Tematik Fakultas Teknik UMPO pada 2025.

Saat itu, Fakultas Teknik membagikan 2.000 bibit kopi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Ngrayun.

Dusun Sambi dan Dusun Ganen, yang kini menjadi bagian dari Desa Persiapan Sambiganen, termasuk wilayah penerima bibit tersebut.

Pada 2026, kegiatan dilanjutkan oleh tim dosen Fakultas Teknik bersama mahasiswa melalui kolaborasi PMM dan KKN Tematik.

Penambahan 1.000 bibit kopi menjadi salah satu langkah untuk meneruskan pengembangan yang telah dimulai sekaligus memperkuat keterlibatan kelompok tani.

Keterhubungan kegiatan antartahun ini menjadi bagian penting dari pemberdayaan masyarakat. Pengembangan tanaman kopi membutuhkan waktu dan pemeliharaan yang konsisten. Karena itu, pendampingan perlu mengikuti perkembangan tanaman serta kebutuhan petani di lapangan.

Kolaborasi PMM mahasiswa dan KKN Tematik 2026 menjadi ruang untuk menjaga kesinambungan tersebut.

Di bawah koordinasi tim dosen yang diketuai Arin Yuli Astuti, keterlibatan mahasiswa diarahkan untuk mendukung tujuan bersama, yaitu memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui potensi kopi di Sambiganen.

Menghubungkan Bantuan Bibit dengan Penguatan Pengetahuan
Pembagian bibit merupakan salah satu bagian dari proses pengembangan kopi.

Agar tanaman dapat dikelola dengan baik, petani juga membutuhkan pengetahuan mengenai budi daya dan perawatannya.

Atas dasar itu, tim dosen dan mahasiswa menggandeng BPP Ngrayun untuk memberikan penyuluhan kepada kelompok tani.

Kegiatan tersebut memberikan pembekalan bagi masyarakat dalam mengelola tanaman kopi yang telah ditanam maupun bibit yang baru diterima.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung petani dalam menjalankan pemeliharaan secara lebih terarah.

Pertemuan antara petani, penyuluh, dosen, dan mahasiswa juga membuka ruang untuk bertukar pengalaman. Kondisi yang dihadapi masyarakat dalam mengelola tanaman dapat menjadi bahan diskusi sekaligus masukan untuk menentukan kebutuhan pendampingan selanjutnya.

Melalui kerja sama ini, perguruan tinggi dan penyuluh pertanian dapat mendukung penguatan kemampuan masyarakat sesuai perannya.

Sementara itu, pengalaman petani menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pengembangan program tetap berpijak pada kondisi setempat.

Kelompok Tani Menjadi Penggerak Keberlanjutan
Kelompok tani ditempatkan sebagai pelaku utama dalam pengembangan kopi di Desa Persiapan Sambiganen.

Masyarakat memiliki peran langsung dalam menanam, merawat, dan menjaga keberlangsungan tanaman yang menjadi bagian dari program.

Melalui kelompok tani, petani dapat saling berbagi pengalaman serta membahas perkembangan dan kendala pemeliharaan.

Kerja sama di tingkat kelompok diharapkan dapat membantu menjaga semangat masyarakat dalam mengembangkan kopi secara berkelanjutan.

Tim dosen Fakultas Teknik UMPO bersama mahasiswa mendukung proses tersebut melalui kegiatan pengabdian.

Keterlibatan dalam PMM dan KKN Tematik juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar memahami kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi, dan bekerja sama dalam pelaksanaan program.

Dengan demikian, kolaborasi yang terjaga mencakup hubungan antara dosen dan mahasiswa sekaligus kerja sama dengan kelompok tani serta BPP Ngrayun.

Hubungan ini menjadi fondasi penting untuk melanjutkan pendampingan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Merintis Kopi sebagai Komoditas Unggulan Sambiganen

Harapan menjadikan Sambiganen sebagai sentra kopi dibangun melalui langkah-langkah yang berkesinambungan.

Penyaluran bibit dan pembekalan kepada petani merupakan fondasi awal untuk memperkuat pengembangan komoditas tersebut.

Pada tahap ini, perhatian diarahkan pada pengembangan tanaman dan kemampuan petani dalam merawatnya.

Seiring perkembangan kebun serta kesiapan masyarakat, pendampingan berikutnya berpeluang diperluas pada penanganan pascapanen, pengolahan, pengemasan, dan pemasaran.

Arah pengembangan tersebut perlu didasarkan pada evaluasi lapangan. Kondisi tanaman, kendala yang dihadapi petani, serta kebutuhan kelompok menjadi dasar untuk menentukan kegiatan yang paling sesuai pada tahap selanjutnya.

Melalui proses tersebut, kopi diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu komoditas unggulan sekaligus identitas Desa Persiapan Sambiganen.

Pengembangannya diarahkan untuk membuka peluang penguatan pendapatan masyarakat dan mendukung kemandirian ekonomi desa.

Fondasi untuk Pendampingan Desa Binaan
Keberlanjutan kegiatan sejak 2025 hingga kolaborasi PMM mahasiswa dan KKN Tematik 2026 memberikan pijakan bagi pengembangan pendampingan berikutnya.

Pengalaman pelaksanaan program dapat menjadi bahan untuk memetakan kebutuhan masyarakat serta menyusun kegiatan pengabdian dalam kerangka desa binaan.

Untuk memperkuat pijakan tersebut, pemantauan perkembangan tanaman dan pencatatan kendala petani menjadi langkah lanjutan yang diperlukan.

Data mengenai tanaman yang bertahan hidup, kondisi pertumbuhan, serta kebutuhan pelatihan akan membantu penyusunan program yang lebih terukur.

Tim dosen Fakultas Teknik UMPO yang diketuai Arin Yuli Astuti, S.Kom., M.Kom., bersama mahasiswa berupaya menjaga kesinambungan pemberdayaan melalui kolaborasi yang telah dibangun.

Keterlibatan kelompok tani dan BPP Ngrayun menjadi bagian penting dalam mengarahkan pengembangan kopi agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dari bibit yang ditanam, pengetahuan yang dibagikan, dan kerja sama yang terus dijaga, tumbuh harapan untuk merintis sentra kopii Sambiganen.

Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani sekaligus mendukung terwujudnya desa yang semakin mandiri dan sejahtera. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here