KOTA, Media Ponorogo — Setelah menakhodai Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Katong Ponorogo selama 13 tahun, Lardi resmi mengakhiri masa tugasnya.
Acara pelepasan purna tugas yang sarat kekhidmatan dan apresiasi tersebut digelar di aula kantor PUDAM Tirta Katong Ponorogo, Rabu (30/9/2026).
Momen perpisahan ini turut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita (Bunda Lis), Plt. Direktur PUDAM Tirta Katong Gunadi, serta segenap keluarga besar pegawai PUDAM.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Lisdyarita menyerahkan cinderamata berbingkai seni khas Ponorogo kepada Lardi dan istri sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya.
Lonjakan Aset Nyaris Lima Kali Lipat
Selama memimpin PUDAM Tirta Katong, Lardi menorehkan sejumlah catatan gemilang. Salah satu capaian paling kentara adalah melejitnya aset perusahaan milik Pemkab Ponorogo tersebut dari sekitar Rp13 miliar menjadi Rp60 miliar.
Plt. Direktur PUDAM Tirta Katong, Gunadi, mengakui bahwa tangan dingin Lardi telah membawa perusahaan menorehkan prestasi luar biasa. “Dari aset yang Rp13 miliar menjadi Rp60 miliar, itu sudah merupakan capaian yang sudah berkali-kali lipat,” ujar Gunadi.
Dari sisi operasional, hingga akhir September 2026 PUDAM Ponorogo mencatat sebanyak 33.984 sambungan rumah (SR) terpasang, dengan 25.475 di antaranya berstatus aktif.
Puluhan ribu pelanggan ini dilayani oleh 89 personel yang terdiri atas karyawan tetap, tenaga kontrak, magang, serta tenaga outsourcing.
Kendati demikian, Gunadi tak menampik bahwa perluasan cakupan layanan air bersih masih menyisakan pekerjaan rumah. Saat ini, cakupan pelayanan baru menjangkau sekitar 8 persen masyarakat Ponorogo.
Pihaknya berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk menambah sambungan baru guna mendongkrak jumlah pelanggan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Rintis Usaha AMDK dan Apresiasi Pimpinan Daerah
Di pengujung masa kepemimpinannya, Lardi juga meninggalkan rintisan inovasi baru berupa pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK).
Gunadi menyebutkan bahwa program tersebut saat ini sedang dalam proses perizinan, termasuk pengusulan lima nama merek ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Masih proses, mudah-mudahan izin segera keluar. Harapan kita awal tahun depan kita sudah bisa produksi air minum kemasan,” terangnya.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Plt. Bupati Lisdyarita. Menurutnya, perusahaan daerah tidak sekadar mengemban kewajiban memberikan pelayanan publik yang prima, tetapi juga dituntut untuk tumbuh sebagai badan Usaha yang sehat, menguntungkan, dan berkontribusi bagi fiskal daerah.
Bunda Lis memuji fokus dan kerja keras Lardi yang berhasil membangkitkan PUDAM sekaligus memperhatikan kesejahteraan karyawannya.
“Pak Lardi sudah sangat luar biasa selama ini. Beliau bekerja benar-benar fokus, berusaha sekuat mungkin membangun bagaimana PDAM bisa bangkit sampai menjadi perusahaan umum daerah,” puji Bunda Lis.
Pesan untuk Masa Depan PUDAM
Memasuki babak kepemimpinan baru di bawah Gunadi selaku Plt. Direktur, Bunda Lis mengingatkan agar seluruh jajaran PUDAM tidak lekas berpuas diri.
Ia menginstruksikan agar setiap keluhan masyarakat—mulai dari air keruh, jaringan bocor, hingga aliran yang tidak lancar—dapat direspons dan ditangani dengan cepat.
Sementara itu, Lardi berpesan agar semangat perubahan dan pembenahan yang telah dirintis tidak berhenti seiring purna tugasnya.
Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus “membakar semangat”, menjaga kekompakan, serta mengembangkan perusahaan demi menghadapi tantangan di masa depan.
“Perusahaan ini masih perlu banyak pembenahan. Perubahan ini silakan diterjemahkan, mari kita pertahankan dan kembangkan bersama agar PUDAM Tirta Katong semakin besar,” pungkas Lardi. (ist/mas/adv)

















































