KOTA, Media Ponorogo — SMK PGRI 2 Ponorogo kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekolah kejuruan yang dinakhodai Agus Salim, S.Kom ini mendapat kunjungan istimewa dari PT United Tractors Tbk., yang khusus hadir untuk memberikan pembekalan bagi siswa-siswi Jurusan Teknik Alat Berat.
Kegiatan yang mengusung tema “Pastikan Sehat Wujudkan Kesiapan Kerja” ini berfokus pada pentingnya kesehatan fisik dan mental sebagai fondasi utama dalam memasuki dunia industri modern.
Agus Salim, S.Kom menerangkan, sebagai lembaga pendidikan kejuruan, fokus utama SMK PGRI 2 Ponorogo adalah mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori. Tetapi juga memiliki keterampilan nyata (hard skills) dan karakter kerja (soft skills) yang kuat.
Namun, pihak sekolah menyadari bahwa institusi pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Kami sangat membutuhkan bimbingan, masukan, dan sinergi dari pihak industri agar kurikulum dan proses pembelajaran yang kami terapkan di sekolah selalu sejalan (link and match) dengan kebutuhan riil di dunia kerja saat ini,” ujar Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Salim, S.Kom.
Lebih lanjut, pihak sekolah menyatakan keterbukaannya untuk menerima evaluasi, saran, maupun kritik yang membangun—baik terkait fasilitas bengkel praktik maupun kualitas kompetensi siswa.
“Kehadiran industri diharapkan mampu menjadi jembatan kokoh untuk mempererat kerja sama yang sudah terjalin, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di masa depan seperti program magang siswa, magang guru, kelas industri, hingga penyerapan lulusan,” harapnya.
Sementara itu, materi utama mengenai pentingnya kesehatan untuk mewujudkan kesiapan kerja disampaikan langsung oleh Dimas Aryo Wicaksono selaku Leader CSR Associate di PT United Tractors Tbk.
Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kondisi fisik yang prima merupakan syarat mutlak bagi tenaga kerja di sektor alat berat.
“Industri berat menuntut kedisiplinan tinggi, kesiapan mental, dan standar kesehatan yang ketat demi meminimalisir risiko kerja dan memaksimalkan produktivitas,” tandasnya.
Melalui pembekalan inspiratif ini, para siswa Jurusan Teknik Alat Berat SMK PGRI 2 Ponorogo diharapkan tidak hanya termotivasi untuk menguasai keahlian teknis permesinan.
Tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan dan etos kerja profesional sejak dibangku sekolah.
Kunjungan ini menandai langkah strategis lanjutan bagi SMK PGRI 2 Ponorogo dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap diserap oleh industri terkemuka di tanah air. (mas)














































