JENANGAN, Media Ponorogo – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan vokasi Indonesia, khususnya dari bumi reyog Ponorogo.
Dua alumni terbaik SMKN 1 Jenangan (STMJ), Reno Surya Permana dan Ro’uf Aufa Rifqi, sukses mengharumkan nama bangsa di ajang kompetisi keterampilan terbesar dunia, WorldSkills Competition (WSC) 2026 yang berlangsung di Shanghai, China.
Di bawah nakhoda Kepala Sekolah Farida Hanim Handayani, S.Pd., M.Pd., SMKN 1 Jenangan sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai “Sekolah Para Juara”.
Keberhasilan ini dikonfirmasi langsung oleh Koordinator LKS SMKN 1 Jenangan, Wiwing Prasetyo, S.T., M.M.
Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa kedua alumni Konsentrasi Keahlian Teknik Otomasi Industri tersebut.
”Kami keluarga besar SMKN 1 Jenangan tentu merasa sangat bangga, bersyukur, dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan dua alumni kami, Reno Surya Permana dan Ro’uf Aufa Rifqi, yang berhasil mewakili Indonesia pada ajang WorldSkills Competition (WSC) 2026 pada tanggal 26 s.d. 30 September 2026 di Shanghai, China,” apresiasinya.
Wiwing menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang tidak diraih secara instan.
Perjuangan Reno dan Ro’uf meniti tangga juara dimulai secara berjenjang dari tingkat daerah hingga global.
Dimulai Tahun 2023: Juara I LKS tingkat Kabupaten Ponorogo. Tahun 2023: Juara I LKS tingkat Provinsi Jawa Timur. Tahun 2024 Juara I LKS tingkat Nasional. Tahun 2025 Juara III / Bronze Medal pada ASEAN Skills Competition di Manila. Tahun 2026 Medallion for Excellence pada WorldSkills Competition di Shanghai.
”Bagi kami, pencapaian tersebut bukan hanya kebanggaan bagi Reno dan Ro’uf, tetapi juga menjadi kebanggaan SMKN 1 Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dan Indonesia,” ucap Wiwing.
Bersaing Ketat dengan 32 Negara di Bidang Mechatronics
Pada ajang WorldSkills Competition 2026 di Shanghai, Reno dan Ro’uf harus menghadapi persaingan tingkat tinggi pada bidang lomba Mechatronics.
Mereka harus menunjukkan kompetensi, ketelitian, kecepatan, kemampuan memecahkan masalah, serta kemampuan bekerja sebagai tim dalam menghadapi peserta dari 32 tim dari 32 negara.
“Alhamdulillah, perjuangan tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya Medallion for Excellence (MOE) pada ajang WorldSkills Competition 2026,” jelas Wiwing Prasetyo.
Bukti Nyata Kualitas Pendidikan Vokasi Berstandar Global
Capaian di tingkat dunia ini sekaligus menjadi pembuktian kuat bagi kualitas ekosistem pendidikan di SMKN 1 Jenangan.
Bahwa sekolah kejuruan di daerah mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang diakui dunia internasional.
”Bagi SMKN 1 Jenangan, capaian ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi, pembinaan talenta, budaya kerja, kedisiplinan, dan keterhubungan dengan dunia industri dapat mengantarkan peserta didik untuk berkompetisi hingga tingkat internasional,” ujarnya.
“Prestasi Reno dan Ro’uf juga menunjukkan bahwa siswa SMK dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan bersaing di tingkat nasional maupun dunia, sepanjang mendapatkan pembinaan, pendampingan, fasilitas, dan lingkungan belajar yang mendukung,” tambahnya.
Wiwing juga menekankan bahwa esensi utama dari prestasi ini melampaui sekadar penghargaan trofi atau medali.
”Yang paling penting bagi kami adalah bahwa prestasi ini bukan sekadar tentang mendapatkan penghargaan. Ini adalah bukti bahwa kompetensi lulusan SMK dapat memiliki standar yang mampu dibawa ke panggung global,” tegasnya.
Sinergi dan Kehadiran Langsung Kepala Sekolah di China
Keberhasilan membina talenta hingga menembus panggung dunia tidak lepas dari komitmen berkelanjutan pihak sekolah.
Pembinaan Reno dan Ro’uf dikawal secara bertahap sejak mereka duduk di bangku sekolah hingga lulus dan melenggang ke kancah internasional.
Bentuk nyata dari totalitas dukungan institusi ditunjukkan langsung oleh Kepala SMKN 1 Jenangan, Farida Hanim Handayani, S.Pd., M.Pd., yang hadir secara langsung di Shanghai, China, sejak tanggal 26 hingga 30 September 2026 untuk mendampingi dan memberikan dukungan moral secara langsung.
”Kehadiran kepala sekolah secara langsung ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan moral kepada kedua alumni sekaligus menunjukkan bahwa sekolah tetap memberikan perhatian kepada peserta didiknya, bahkan setelah mereka lulus dan berada di panggung kompetisi internasional,” tandasnya.
Wiwing menambahkan bahwa hubungan emosional antara sekolah dan alumni di SMKN 1 Jenangan tidak pernah putus hanya karena selembar ijazah.
”Justru ketika alumni mampu membawa nama baik almamater dan bangsa, sekolah harus tetap hadir memberikan dukungan, apresiasi, dan motivasi. Tentunya, keberhasilan Reno dan Ro’uf juga tidak terlepas dari peran banyak pihak; guru pembimbing, orang tua, pelatih, serta mitra strategis. Karena itu, prestasi ini kami pandang sebagai hasil kerja bersama dan buah dari ekosistem pembinaan yang dibangun secara konsisten,” paparnya.
Menyongsong Masa Depan: SMKN 1 Jenangan “Sekolah Para Juara”
Menatap ke depan, SMKN 1 Jenangan tidak lekas berpuas diri. Prestasi di tingkat dunia ini dijadikan momentum untuk memperkuat ekosistem pembinaan talenta yang sistematis dan berkelanjutan.
Sekolah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya: Early Talent Scouting, yaitu penjaringan potensi siswa sejak awal masuk SMK. Serta Penguatan kelas dan ruang pembinaan prestasi/inkubasi talenta.
Kemudian, peningkatan kompetensi guru pembimbing dan pelatih. Penguatan kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, dan mitra strategis.
Termasuk Penguatan pembelajaran berbasis praktik, proyek, dan pemecahan masalah. Juga Membangun budaya kompetisi sehat, disiplin, kerja keras, dan budaya kerja industri.
Tak kalah penting, mendokumentasikan dan mentransfer pengalaman alumni berprestasi kepada adik-adik kelasnya. Serta memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mengikuti kompetisi tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.
Pihak sekolah ingin prestasi Reno dan Ro’uf menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMKN 1 Jenangan lainnya bahwa mereka juga memiliki peluang untuk berprestasi, bekerja, berwirausaha, bahkan membawa nama untuk berprestasi, bekerja, berwirausaha, bahkan membawa nama Indonesia ke tingkat dunia.
“Reno dan Ro’uf telah membuktikan bahwa dari SMKN 1 Jenangan, dari Ponorogo, kita bisa menuju panggung dunia,” tandasnya.
Ia berharap, ke depan akan lahir Reno dan Ro’uf berikutnya dari berbagai konsentrasi keahlian di SMKN 1 Jenangan.
“Karena bagi kami, keberhasilan pendidikan vokasi bukan hanya ketika siswa lulus, tetapi ketika lulusan memiliki kompetensi, berkarakter, mampu bersaing, terserap di dunia kerja, mampu menciptakan peluang, dan memiliki daya saing hingga tingkat global. SMKN 1 Jenangan — dari Ponorogo untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya. (mas)


















































