Home Birokrasi Ponorogo Raih Penghargaan Pertama Nasional, Bunda Lisdyarita Apresiasi Inovasi Sekolah Rakyat Bekali...

Ponorogo Raih Penghargaan Pertama Nasional, Bunda Lisdyarita Apresiasi Inovasi Sekolah Rakyat Bekali Beternak & Ketahanan Pangan

0

KOTA, Media Ponorogo – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam memajukan mutu dan akses pendidikan daerah kembali membuahkan hasil manis di tingkat nasional.

Kabupaten Ponorogo sukses menyabet Penghargaan Terbaik Pertama dalam ajang apresiasi pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, kepada Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.H. (Bunda Rita) yang didampingi Sekda Ponorogo Agus Sugiarto di Bali pada Jumat (28/8/2026).

Ponorogo berhasil menduduki posisi puncak setelah mengungguli berbagai daerah pesaing dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

​Atas capaian luar biasa dalam kategori akses penduduk terhadap layanan pendidikan tersebut, Pemkab Ponorogo diganjar dana insentif sebesar Rp2 miliar dari pemerintah pusat.

​Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H.—yang akrab disapa Bunda Rita—menyampaikan rasa syukur mendalam atas raihan ini.

Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah manis dari kolaborasi seluruh insan pendidikan di Bumi Reog.

​”Alhamdulillah, kita mendapatkan penghargaan terbaik pertama. Penghargaan ini sebenarnya sangat ditunggu-tunggu oleh para kepala daerah yang hadir. Namun, keberhasilan ini adalah berkat dedikasi teman-teman di semua unsur pendidikan—mulai dari guru-guru yang sabar, kepala sekolah yang penuh inovasi, hingga jajaran Dinas Pendidikan,” ungkap Bunda Rita, Senin (31/8/2026) di sela-sela kunjungan di Stadion Batoro Katong.

​Inovasi Sekolah Rakyat: Praktik Beternak dan Ketahanan Pangan

​Salah satu poin krusial yang membawa Ponorogo ke tangga juara adalah keberhasilan pengelolaan program Sekolah Rakyat (SR).

Berbeda dengan daerah lain, Ponorogo memiliki jenjang Sekolah Rakyat yang terintegrasi secara komprehensif dari SD, SMP, hingga SMA.

Selain kurikulum akademis formal, Sekolah Rakyat membekali para siswa dengan keterampilan praktis yang aplikatif untuk masa depan.

​”Apalagi dengan SR kita luar biasa. SR kita ini kan ada dari SD, SMP, SMA. Tidak semua daerah punya yang lengkap seperti itu. Di Sekolah Rakyat sendiri, anak-anak tidak hanya belajar materi formal, tetapi juga diajarkan bagaimana ketahanan pangan dan tata cara mengelola suatu peternakan. Ini menjadi nilai tambah yang sangat berdampak,” jelas Bunda Rita.

​Tak hanya Sekolah Rakyat, sekolah-sekolah umum di Ponorogo juga dinilai unggul dalam mengintegrasikan kearifan lokal serta seni budaya daerah ke dalam kegiatan pembelajaran harian.

Penilaian Kemendagri ini mencakup pemerataan guru, sarana pendidikan, tingkat literasi dan numerasi, hingga partisipasi aktif masyarakat.

​Dana Insentif Rp2 Miliar Dialokasikan untuk Pendidikan

​Terkait apresiasi dana insentif sebesar Rp2 miliar dari Kemendagri, Bunda Rita memastikan seluruh anggaran tersebut akan dialokasikan kembali untuk memperkuat sektor pendidikan di Kabupaten Ponorogo.

​”Ya pasti, dana apresiasi Rp2 miliar itu semuanya akan diarahkan kembali untuk kepentingan dunia pendidikan kita,” tegasnya.

​Menanggapi keberlanjutan program dan tata kelola administrasi, Bunda Rita menambahkan bahwa pemkab sedang mempercepat proses integrasi data ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

​”Untuk integrasi Dapodik, saat ini semua berkas dan persiapannya sudah matang. Tinggal menunggu proses penandatanganan dari Pak Sekda dalam waktu dekat,” pungkas Bunda Rita.

​Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemkab Ponorogo semakin optimistis untuk terus melahirkan inovasi pendidikan demi mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan berbudaya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here