Home Budaya Spektakuler! SMPN 1 Slahung Suguhkan Reog Krida Jaya Manunggal, Marching Band Gita...

Spektakuler! SMPN 1 Slahung Suguhkan Reog Krida Jaya Manunggal, Marching Band Gita Suara Esnesa, Fashion Maskot & Etnik Papua di Kirab Joyonegoro

0

SLAHUNG, Media Ponorogo — Penampilan megah kontingen SMP Negeri 1 Slahung (Esnesa) sukses memukau masyarakat dalam gelaran tahunan Kirab Pusaka & Budaya Joyonegoro Kecamatan Slahung, Sabtu (22/8/2026).

Rombongan parade ini dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 1 Slahung, Mistono, S.Pd., M.Pd.

Beliau mengawal barisan dari atas kereta dokar hias yang anggun disusul mobil hias yang artistik yang dinaiki dua putra putri SMPN 1 Slahung berpakaian adat.

Penampilan Bapak Mistono kian karismatik dalam balutan busana adat Jawa berupa beskap hitam berbordir emas, kain batik, serta blangkon.

​Kehadiran sosok pimpinan yang membaur di tengah perayaan budaya ini tidak sekadar formalitas.

Kehadirannya menjadi dorongan moral bagi ratusan siswa-siswi Esnesa yang memadati jalanan Slahung dengan unjuk bakat serta kreasi tanpa batas.

​Rute Kirab Pusaka & Budaya Joyonegoro pun mendadak gemuruh dan memikat perhatian ribuan warga.

Kontingen Esnesa tampil menghentak menyajikan perpaduan harmonis antara tradisi lokal, musikalitas modern, hingga fashion berwawasan lingkungan.

Sekolah mengarahkan 100 siswa terbaiknya di jalanan Slahung. Sebanyak 60 murid tergabung dalam Marching Band Gita Suara Esnesa.

Sedangkan 40 murid lainnya memperkuat jajaran Reyog Krida Jaya Manunggal lengkap dengan pengrawit dan senggak.

Parade makin semarak dengan hadirnya busana Fashion Maskot kreasi limbah plastik karya kreatif siswa, serta jajaran ibu-ibu guru yang turut melebur mengiringi marching band dengan kostum etnik Papua berbahan kain goni.

Persiapan Intensif dan Kolaborasi Lintas Seni

Mistono, S.Pd, M.Pd Kepala SMPN 1 Slahung bersama ​Waka Kesiswaan SMPN 1 Slahung Angga Prima Eka Saputra, S.Pd menjelaskan proses gemblengan intensif selama satu bulan di balik suksesnya penampilan tersebut.

Persiapan ini melibatkan kolaborasi pembina sekolah (Ikbar Maulana R, S.Pd., Agung Wicaksono, S.Pd., Edwin Setia P, S.Pd., dan Yusron Eko P, S.I.Pust.) bersama Pembina Sanggar Tari Nritya Manggar Art (Sukma Indah P, S.Pd. dan Sindy Andilianata, S.Sn.).

​”Persiapannya kami lakukan kurang lebih 1 bulan. Anak-anak tidak hanya berlatih teknik dasar seni musik maupun tari, tetapi juga dilatih kedisiplinan, kekompakan, keberanian tampil, dan menjaga nama baik sekolah. Yang terpenting bagi kami bukan hanya hasil penampilan, tetapi proses bagaimana anak-anak belajar bekerja sama dan menghargai budaya daerah,” ujar Angga Prima.

​Ia menambahkan bahwa seluruh elemen yang diterjunkan memegang peranan penting.

“Siswa yang dilibatkan berasal dari berbagai kelas, baik sebagai pemain utama maupun pendukung seperti pengrawit dan senggak. Bagi kami, keberhasilan sebuah pertunjukan merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya individu.”

Apresiasi Karakter, Budaya, dan Kepedulian Lingkungan

​Mengenai performa para murid di sepanjang rute kirab, Angga Prima menyampaikan rasa bangga atas dedikasi para siswa yang mampu mengawinkan seni budaya dan kepedulian lingkungan.

​”Anak-anak tampil sangat membanggakan dengan menunjukkan keberanian dan semangat luar biasa. Mereka tidak sekadar tampil memainkan Reyog, Marching Band, dan Fashion Maskot dari limbah plastik bekas, tetapi sedang menunjukkan bahwa generasi muda Slahung mampu mencintai budaya daerah sekaligus melestarikan lingkungan hidupnya,” ungkapnya.

​Bagi pihak sekolah, integrasi dua ekstrakurikuler besar ini mengemban visi pendidikan yang utuh.

“Reyog dan Marching Band bukan sekadar pertunjukan, melainkan media pendidikan karakter, pelestarian budaya, dan pelestarian lingkungan. Kehadiran anak-anak diharapkan menjadi kebanggaan sekaligus pesan bagi masyarakat bahwa budaya lokal dan kepedulian lingkungan harus terus diwariskan.”

Ruang Berkarya dan Harapan Masa Depan

​Tinggi antusiasme warga Slahung sepanjang rute kirab menjadi dorongan motivasi tersendiri bagi pihak sekolah dan para siswa. Penampilan ini sekaligus mempertegas komitmen Esnesa sebagai wadah pengembangan potensi siswa yang seimbang.

​”Ini menjadi bukti bahwa SMPN 1 Slahung memiliki potensi siswa yang luar biasa di bidang seni maupun nonakademik. Penampilan ini menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang konsisten serta dukungan masyarakat, anak-anak mampu tampil percaya diri di ruang publik. Sekolah bisa menjadi pusat pelestarian budaya dan lingkungan hidup,” tegasnya.

​Menutup keterangannya, Angga menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh siswa yang telah menuntaskan tugasnya dengan gemilang.

​”Saya ingin anak-anak memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Ada latihan, kerja keras, dan tanggung jawab di balik penampilan yang membanggakan. Jadikan pengalaman ini untuk terus berkembang, tetap rendah hati, dan tumbuh rasa bangga sebagai generasi penerus yang menjaga budaya Ponorogo, khususnya Slahung,” pungkasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here