KOTA, Media Ponorogo – SMPN 5 Ponorogo terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis dan non-akademis.
Tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, karakter yang kokoh, serta rasa toleransi yang tinggi.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang berlangsung khidmat dan meriah di halaman sekolah pada Senin (24/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan tradisi sapa pagi, dilanjutkan salat Dhuha dan doa bersama.
Seluruh siswa Muslim kelas 7, 8, dan 9, hingga jajaran guru serta tenaga kependidikan melebur dalam suasana religius yang hangat.
Acara semakin semarak dengan lantunan sholawat dari tim hadrah sekolah serta tradisi makan bersama dari bekal pelangan yang dibawa para siswa dari rumah.
Kepala SMPN 5 Ponorogo, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom., menegaskan bahwa nilai religius merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
“Kami ingin menanamkan rasa religi sebagai fondasi utama. Anak-anak tidak hanya didorong pandai di bidang akademik maupun non-akademik, tetapi juga harus memiliki karakter religius yang kuat. Melalui momen Maulid Nabi ini, harapan kami anak-anak bisa meneladani seluruh suri teladan Rasulullah SAW agar kelak menjadi pribadi yang lebih baik dan berkarakter,” tutur Crysna.
Meneladani Rasulullah Lewat Tausiyah Interaktif
Puncak acara peringatan diisi dengan tausiyah bersama yang dipimpin oleh Gus Trimaidana Rohman Fuad yang dikenal dengan Gus Fuad
Dalam penyampaiannya yang komunikatif dan diselingi lantunan syair Jawa, Gus Fuad mengajak para siswa untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.
“Di dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik. Anak-anak yang gemar menuntut ilmu dan dekat dengan agama, insya Allah akan dimudahkan segala urusannya dan diberkahi langkahnya,” pesan Gus Fuad Pengasuh Majelis Limahabbatil Amin ini di hadapan ratusan siswa.
Pelayanan Religius yang Adil dan Wujud Toleransi Sekolah
Tak hanya memfasilitasi siswa Muslim, SMPN 5 Ponorogo juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang adil dan inklusif bagi seluruh peserta didik tanpa membeda-bedakan keyakinan.
Di saat bersamaan, para siswa non-Muslim (Kristen dan Katolik) berkegiatan secara terpisah di perpustakaan sekolah.
Mereka melaksanakan kegiatan bimbingan religi yang didampingi oleh tim Kurikulum dan guru non-Muslim dengan agenda menulis sejarah kelahiran Nabi Isa A.S. yang diperingati setiap 25 Desember.
“Insya Allah kami berupaya untuk memberikan pelayanan yang adil bagi seluruh pemeluk agama,” ungkap Crysna Rhany Ningrum.
Menariknya, suasana kebersamaan dan toleransi tercermin dari antusiasme para siswa non-Muslim yang juga ingin menyaksikan secara langsung jalannya acara peringatan Maulid Nabi di halaman sekolah.
Pihak sekolah pun menyambut hangat antusiasme tersebut dengan mengizinkan mereka bergabung.
“Anak-anak yang non-Muslim malah minta izin untuk ikut melihat kegiatan Maulid di lapangan. Daripada mereka mengintip dari jendela perpustakaan, ya sudah saya izinkan saja ikut menyaksikan,” tambah Crysna penuh kehangatan.
Peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan Mahalul Qiyam dan doa bersama.
Melalui perpaduan pembiasaan ibadah, penanaman akhlak, dan suasana toleransi antarumat beragama ini makin mengukuhkan posisi SMPN 5 Ponorogo sebagai sekolah inklusif yang seimbang dalam mengasah kecerdasan intelektual sekaligus membentuk karakter mulia peserta didiknya. (mas)








































