KOTA, Media Ponorogo — SMP Negeri 5 Ponorogo (Spenla) menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahunnya yang ke-70 dengan meriah dan penuh makna, Jumat (21/8/2026).
Beriringan dengan semarak HUT ke-81 Republik Indonesia, rangkaian acara ini dikemas secara edukatif, kultural, dan sosial untuk memperkuat branding sekolah sebagai institusi pendidikan yang unggul dan berkarakter.
Rangkaian acara akbar ini diawali dengan apel pagi yang ditandai oleh momen simbolis pelepasan ribuan balon ke udara oleh keluarga besar sekolah.
Langit Ponorogo seolah turut merayakan usia matang Spenla yang ke-70 tahun—usia yang diibaratkan oleh Pengawas Pembina sudah melesat dan berada di puncak kejayaan prestasi.
Di tengah era digital dan gempuran teknologi modern, Spenla membuktikan komitmennya dalam menjaga akar budaya lokal.
Sebelum jalan santai dimulai, para tamu undangan dan ratusan siswa disuguhkan penampilan memukau Reog Sekar Mas.
Kepala SMPN 5 Ponorogo, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom, menyampaikan bahwa penampilan reog ini memiliki filosofi mendalam bagi para peserta didik.
”Agar anak-anak tetap memiliki rasa budaya yang tinggi, kami menggelar Reog dari Sekar Mas. Sehingga mereka tetap ingat bahwa mereka adalah anak-anak Ponorogo yang memiliki kesenian luhur yang wajib dilestarikan,” ungkap Crysna di sela-sela acara.
Kemeriahan berlanjut dengan pemberangkatan peserta jalan santai yang melibatkan seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9, serta jajaran komite sekolah.
Ada pemandangan unik dan edukatif yang mencuri perhatian dalam barisan jalan santai kali ini: para siswa membawa berbagai replika hasil bumi untuk mengusung tema Ketahanan Pangan.
Crysna menjelaskan, pemilihan tema ini bertujuan untuk mengedukasi siswa agar kembali mencintai hasil alam ketimbang makanan instan kekinian yang kurang baik bagi kesehatan.
”Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa makanan itu tidak hanya makanan kekinian yang nutrisinya kecil tapi harganya tinggi. Kami mengajak anak-anak kembali ke alam dengan menikmati olahan pangan dari bumi sendiri, seperti ketela, jagung, dan lainnya,” jelasnya.
Melalui jalan santai ini, para siswa juga diajak menyapa masyarakat sekitar. Hal ini sekaligus menjadi sarana menanamkan attitude positif, keceriaan, dan kebugaran jasmani maupun rohani bagi para siswa.
Puncak perayaan HUT ke-70 ini juga dihadiri oleh Pengawas Pembina, Ruskamto, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian dan usia matang yang telah diraih oleh SMPN 5 Ponorogo.
Menurutnya, reputasi serta prestasi SPENLA saat ini berada di puncak keemasan.
“Di usia 70 tahun yang benar-benar sudah dewasa ini, kita semua berharap SMP Negeri 5 Ponorogo yang dikenal dengan nama SPENLA selalu dan selalu dicintai oleh masyarakat. Prestasi luar biasa baik akademik maupun non-akademik ini ibarat bendera SPENLA yang sedang berkibar tinggi-tingginya. Mari kita jaga bersama oleh seluruh stakeholder!” tegas Ruskamto.
Ruskamto juga mengajak seluruh siswa dan guru untuk terus menggelorakan semangat kebanggaan sekolah melalui yel-yel khas SPENLA serta menampilkan wajah keluarga besar yang ramah, santun, dan kompak di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk rasa syukur dan wujud kepedulian sosial, rangkaian acara HUT ke-70 ini ditutup dengan kegiatan bakti sosial (baksos).
Paket bantuan disalurkan kepada siswa kurang mampu serta warga di lingkungan sekitar sekolah.
Kebahagiaan para siswa dan guru semakin lengkap berkat pembagian doorprize menarik yang merupakan sumbangan dari dewan guru serta para sponsor.
Acara pun ditutup dengan tradisi pemotongan tumpeng sebagai simbol doa untuk kemajuan SMPN 5 Ponorogo.
“Harapannya semoga SMP Negeri 5 akan semakin maju, semakin melesat prestasinya baik dari bidang akademik dan non-akademik, serta SMP Negeri 5 Ponorogo akan menjadi sekolah yang dicintai oleh masyarakat Ponorogo,” pungkas Crysna. (mas)














































