KOTA, Media Ponorogo – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di SMPN 5 Ponorogo, Senin (17/8/2026) berlangsung hikmat, beda & penuh haru.
SMP Negeri 5 Ponorogo yang dinakhodai Crysna Rhany Ningrum, S.Kom, ini resmi mencetak sejarah baru dengan menghadirkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SPENLA untuk pertama kalinya.
Istimewanya, aksi membanggakan Paskibra SPENLA ini disaksikan langsung oleh orang tua wali siswa dan tokoh masyarakat sekitar yang sengaja diundang.
Menariknya lagi, dengan formasi khusus 17-8 “Sketsa Sayap Burung Garuda” yang megah tersebut dibawakan oleh 25 siswa-siswi pilihan hasil seleksi ketat pasukan kirab dan Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Barisan dipimpin oleh Komandan Pasukan Michel Okfarinda Yoga Pratama (Kelas VIII A), dengan Pembawa Duplikat Bendera Merah Putih Handia Ffatima (IX B), serta trio pengibar bendera Cikal Al Ayubi (VIII C), Salma Laila Rasyida (IX B), dan Firza Andre Pratama (VIII B).
Kepala SMPN 5 Ponorogo, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom, menegaskan bahwa terobosan ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi seluruh warga sekolah.
“Ini adalah event pertama kali di SMP Negeri 5 Ponorogo. Kami menghadirkan pasukan pengibar bendera dengan formasi 17-8 mengambil bentuk Burung Garuda. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda, agar anak-anak maupun orang tua memiliki kedekatan emosional serta rasa nasionalisme yang tumbuh kuat,” ujar Crysna usai bertindak sebagai Pembina Upacara.
Ia juga menjelaskan filosofi di balik pemilihan formasi sayap Burung Garuda tersebut.
“Kami ingin SMPN 5 Ponorogo ini bisa seperti Burung Garuda yang terbang melesat tinggi, membawa prestasi dan menjaga martabat sekolah. Dalam mendidik anak-anak, kami tidak pernah setengah-setengah. Kami ingin memberikan yang terbaik dan membuktikan bahwa SMPN 5 layak menjadi salah satu sekolah terbaik di Ponorogo,” tegasnya penuh optimisme.
Keteladanan Guru dan Gemblengan Disiplin
Tak hanya pasukan siswa yang mencuri perhatian, jajaran tenaga pendidik di SMPN 5 Ponorogo turut turun tangan secara langsung menjadi petugas upacara.
Langkah ini diambil sebagai wujud penanaman nilai keteladanan bagi para peserta didik.
“Petugas upacaranya dari Bapak dan Ibu guru. Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa untuk bertugas itu guru tidak sekadar menyuruh atau memerintah, tetapi juga bisa memberikan teladan yang baik,” jelas Crysna.
Persiapan matang selama satu bulan digembleng langsung oleh pelatih berdedikasi, Wahyu Setyo Pranowo, yang merupakan alumni Paskibra Kabupaten Ponorogo.
Menurut Crysna, proses latihan yang menguras keringat ini membentuk mental baja bagi para siswa.
“Mas Wahyu itu disiplin dan tegas. Tapi tidak ada kesuksesan tanpa kedisiplinan, dan tidak ada kedisiplinan tanpa rasa sakit. Di saat anak lain masih tidur atau bermain HP, anak-anak Paskibra SPENLA sudah bangun pagi dan ditempa latihan di lapangan setiap hari. Hasilnya bisa kita rasakan hari ini, sungguh luar biasa dan mengharukan,” tambahnya.
*Sinergi Erat Bersama Orang Tua dan Masyarakat*
Kehadiran para orang tua wali murid di kursi undangan yang menyaksikan langsung putra-putrinya bertugas membuat suasana haru tak terbendung.
Selepas upacara, sekolah menggelar sesi ramah tamah untuk mempererat sinergi antara sekolah, wali murid, serta tokoh lingkungan setempat seperti pengurus RT dan Kelurahan Bangunsari.
“Satu-satunya sekolah yang mengadakan upacara Kemerdekaan RI dengan menggunakan Paskibra yang dihadiri orang tua adalah SMPN 5 Ponorogo. Kami ingin lebih bersinergi dengan orang tua dan masyarakat sekitar, menunjukkan bahwa SMPN 5 Ponorogo selalu merangkul dan melibatkan lingkungan dalam setiap langkah pendidikannya,” tutup Crysna.
Keberhasilan penampilan tim Paskibra SPENLA dan kesuksesan gelaran upacara tersebut menuai apresiasi mendalam dari para wali murid.
Henny, ibu dari Elviana Dwi Vindra Yudistira (siswi kelas 9B yang menjadi salah satu anggota Paskibra SPENLA), tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya.
“Sangat bangga dan terharu melihat anak bisa tampil. Melalui kegiatan ini, anak benar-benar terlatih disiplinnya. Menurut saya SMPN 5 Ponorogo ini sekolah yang terus maju. Bapak dan Ibu gurunya sangat menginspirasi. Tidak salah kami memilih sekolah ini,” ujar Henny usai menyaksikan rangkaian upacara.
Ia juga berharap agar kedisiplinan dan nama baik sekolah terus dijaga oleh para siswa. “Harapan saya anak-anak tetap disiplin, jaga nama baik SMP 5, semoga ke depannya makin maju dan sukses selalu,” tambahnya.
Bagi para siswa, kesempatan berdiri di barisan pengibar bendera pada perayaan HUT ke-81 RI ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Elviana, anggota Paskibra SPENLA kelas 9B, mengungkapkan rasa syukurnya dapat memberikan dedikasi terbaik sebelum menyelesaikan masa studi di jenjang SMP.
“Senang sekali dapat kesempatan ini. Karena saya sudah kelas 9 dan mau lulus, ini jadi kesempatan terakhir untuk mempersembahkan yang terbaik bagi sekolah. Seleksinya ketat dari tim PBB Kirab, dan latihannya memang padat dari pagi sampai sore. Ada lelahnya, tapi rasa bangganya luar biasa,” ungkap Elviana.
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan dedikasi para siswa, SMPN 5 Ponorogo juga menyerahkan sertifikat resmi Paskibra SPENLA yang diharapkan dapat menjadi penunjang portofolio prestasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah impian mereka. (mas)











































