Home Birokrasi Bunda Lisdyarita: Ekonomi Naik 5,59 Persen, Kemiskinan Turun 8,86 Persen di Hari...

Bunda Lisdyarita: Ekonomi Naik 5,59 Persen, Kemiskinan Turun 8,86 Persen di Hari Jadi Ke-530 Kabupaten Ponorogo

0

Capaian Manis di Hari Jadi Ke-530 Bumi Reog-Usung Semangat Sekar Kinanthi Wening Daya

KOTA, Media Ponorogo — Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., memaparkan capaian positif pembangunan daerah saat memimpin Upacara Puncak Peringatan Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo, Selasa 11 Agustus 2026.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Lisdyarita ini mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi daerah sukses mencapai5,59 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,86 persen.

Dalam amanatnya, Lisdyarita menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Ponorogo yang kini genap berusia 530 tahun.

Ia menilai Bumi Reog terus tumbuh menjadi daerah yang kondusif, aman, dan semakin sejahtera bagi seluruh warganya.

“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji syukur pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena kita telah diberi kesempatan untuk merawat dan membangun dengan baik selama 530 tahun. Ponorogo telah menjadi tempat yang aman, damai, tentram, dengan masyarakat yang sejahtera, penuh keberkahan, dan menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun,” ujar Lisdyarita.

Pertumbuhan Ekonomi dan Penurunan Angka Kemiskinan

Meninjau kinerja pembangunan selama satu tahun terakhir, Lisdyarita menyoroti tren positif pada sektor perekonomian daerah yang mencatatkan pertumbuhan hingga 5,59 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan tren positif sebesar 5,59 persen, menjadi kabar yang menggembirakan dan membangun optimisme kita bersama,”* terangnya.

Dampak dari pertumbuhan ekonomi tersebut berbanding lurus dengan perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Angka kemiskinan di Kabupaten Ponorogo berhasil ditekan hingga berada pada posisi 8,86 persen—capaian yang tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata persentase kemiskinan di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Meski meraih capaian yang memuaskan, Lisdyarita menegaskan agar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ponorogo tidak berpuas diri.

“Berbagai pencapaian yang berhasil diraih Kabupaten Ponorogo merupakan hasil kerja dan kerja keras, serta wujud kolaborasi dan sinergi antara seluruh pemangku kebijakan. Kita patut berbangga, namun tentu saja tidak boleh berpuas diri. Capaian ini adalah motivasi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Makna Filosofis Tema ‘Sekar Kinanthi Wening Daya

Menginjak usia ke-530 tahun, Pemkab Ponorogo mengusung tema “Sekar Kinanthi Wening Daya”.

Lisdyarita menguraikan filosofi di balik tiga kata tersebut sebagai landasan moral dan semangat pembangunan daerah:

Sekar: Berarti bunga atau karya yang harum dan bermanfaat.

Kinanthi: Bermakna dituntun atau dibimbing menuju kebaikan.

Wening Daya: Berarti kekuatan yang lahir dari kejernihan batin untuk merawat dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya.

“Dalam momentum ini, dengan kejernihan hati dan segala daya upaya, mari kita bersama melahirkan karya yang bermanfaat menuju kebaikan untuk merawat dan memajukan Kabupaten Ponorogo yang kita cintai,” ajak Lisdyarita.

Sinergi Menuju Ponorogo Hebat

Mengakhiri pidatonya, Plt. Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada segenap pimpinan Forkopimda, jajaran birokrasi Pemkab Ponorogo, instansi vertikal, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat yang konsisten memberikan kontribusi terbaiknya.

Ia berharap kolaborasi kuat ini terus terjaga untuk mewujudkan visi Kabupaten Ponorogo yang Harmonis, Elok, Bergas, Amanah, dan Bertaqwa (HEBAT). (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here