Home Headline Ini Rahasia Sehat di Usia Senja, Aksi Tiga Kakek Rela Berkeringat Demi...

Ini Rahasia Sehat di Usia Senja, Aksi Tiga Kakek Rela Berkeringat Demi Jalan Desa

0

Tak Mau Kalah dengan yang Muda, Bantu Satgas TMMD

​JAMBON, Media Ponorogo — Usia senja sama sekali bukan halangan untuk terus berbuat bagi kampung halaman. Hal inilah yang dibuktikan oleh tiga orang kakek di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Di saat warga yang lebih muda sibuk dengan aktivitas pembangunan, Miskun (82), Kusir (75), dan Boimin (72) justru memilih untuk tidak tinggal diam dan turut ambil bagian dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo.

​Menyadari fisik mereka yang tak lagi muda, ketiganya memilih porsi pekerjaan yang lebih ringan namun tetap berarti.

Mereka sibuk memindahkan paving stone satu persatu agar dekat dengan titik lokasi pembangunan, meratakan pasir dasar pasangan paving menggunakan cangkul kecil, hingga telaten memilih serta membuang kerikil yang dapat menghambat proses pemasangan.

​Di balik tetesan keringat di bawah terik matahari, suasana kerja justru terasa hangat dan penuh keakraban.

Gelak tawa kerap pecah antara para sesepuh Dukuh Ngipik ini dengan anggota Satgas TMMD yang rata-rata berusia jauh lebih muda.

​Bagi Miskun, kakek yang kini telah memiliki delapan cucu, keikutsertaan mereka bukan sekadar membantu fisik pembangunan jalan poros desa, tetapi juga menjadi rahasia tersendiri untuk menjaga kebugaran tubuh di usia lanjut.

​”Ngiih niki rahasia kulo awet sehat mas, guyon kaliyan lare enem-enem. Sing penting obah, metu kringet lan mesem ngguyu bareng kancane, rasane awak penak turu mengko bengi,” ujar Miskun sambil tertawa lepas di sela-sela kesibukannya.

(Ini salah satu rahasia saya tetap sehat, Mas; bergurau sama yang muda-muda. Yang penting badan bergerak, keluar keringat, dan bisa tersenyum tertawa bersama yang lain, rasanya badan enak dan tidur nanti malam pun nyenyak).

​Miskun dan rekan-rekannya sebenarnya sempat dilarang oleh anak-anak mereka untuk ikut kerja bakti bersama warga yang biasanya dikerjakan pada malam hari.

Namun, dorongan kuat untuk ikut berkontribusi membuat mereka tetap memaksa turun tangan membantu pengerjaan pada pagi hari.

​Menurut Miskun, program TMMD ini sangat membantu kemajuan warga Desa Bulu Lor, sehingga sudah selayaknya seluruh warga, tanpa terkecuali, melibatkan diri sesuai dengan kemampuan masing-masing.

​Aksi ketiganya tidak hanya mempercepat penyelesaian infrastruktur desa, tetapi juga memberikan teladan berharga bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong tidak pernah mengenal batasan usia. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here