Home Headline SMKN 1 Ponorogo Borong 8 Piala di Puncak HUT Ke-65 Pramuka: Bukti...

SMKN 1 Ponorogo Borong 8 Piala di Puncak HUT Ke-65 Pramuka: Bukti Unggul Karakter dan Berdaya Saing

0

KOTA, Media Ponorogo – Kontingen Pramuka SMKN 1 Ponorogo sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Lomba Kirab dan Karnaval Pramuka Kwarcab Ponorogo 2026.

Menurunkan dua tim perwakilan (nomor urut 12 dan 24), sekolah kejuruan ini memborong total 8 piala dari empat kategori lomba yang diselenggarakan.

Deretan piala tersebut diserahkan pada Apel Besar Peringatan HUT Ke-65 Gerakan Pramuka oleh Kwarcab Ponorogo, Sabtu 29 Agustus 2026 di depan Paseban Alun-Alun.

​Kedua tim tampil kompak mendominasi panggung kompetisi. Pada cabang Formasi Variasi Barisan, tim nomor urut 24 berhasil menyabet Juara 1, disusul tim nomor urut 12 sebagai Juara 2.

Sementara pada cabang Dokumentasi Proses Publikasi Digital Pramuka, tim nomor urut 12 keluar sebagai Juara 1 dan tim nomor urut 24 meraih Juara Harapan 1.

Torehan tersebut melengkapi raihan di cabang Devile (Harapan 1 dan 3) serta Kirab Karnaval (Harapan 2 dan 3).

​Pembina Pramuka SMKN 1 Ponorogo, Devi Ratnasari, S.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas capaian manis anak-anak didiknya.

​”Jujur, perasaan saya tentu sangat bangga, terharu, dan bersyukur atas kerja keras anak-anak. Kemenangan ini adalah buah dari keringat, kedisiplinan, dan ketekunan mereka selama latihan,” ujar Bu Devi saat diwawancarai.

​”Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa siswa-siswi SMKN 1 Ponorogo tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan kejuruan saja, tetapi juga memiliki daya saing tinggi, kreativitas yang luar biasa, serta mental juang yang tangguh di bidang non-akademik, khususnya kepramukaan,” lanjutnya.

Kesuksesan ini diraih lewat perjuangan ekstra. Kontingen putri hanya memiliki waktu persiapan relatif singkat, yakni sekitar satu bulan.

Selama masa itu, pembinaan digembleng secara sinergis oleh tim pembina sekolah (Priadi, S.Pd., Wuryan Heri Purwati, S.Pd., dan Devi Ratnasari, S.Pd.), tim pembina luar (Parbo Hadi, S.Sos., Zuvitania Latifatun Umah, dan Naning Rahmawati V.A.), serta pelatih PBB Dwi Prasetyo.

​”Strategi utama kami adalah membangun kedisiplinan yang tinggi, kekompakan tim, dan manajemen waktu yang seimbang antara kegiatan belajar di sekolah dengan latihan fisik maupun mental,” terang Bu Devi.

​”Kami membagi porsi latihan secara terstruktur: mulai dari penguatan teknik dasar baris-berbaris (PBB), penyusunan koreografi formasi variasi yang unik, pendalaman konsep kirab karnaval, hingga pelatihan teknis untuk tim dokumentasi digital. Selain itu, kami selalu menanamkan komunikasi yang terbuka agar setiap kendala anggota bisa langsung diselesaikan bersama.”

​Kendati demikian, perjalanan latihan tak lepas dari hambatan. Cuaca yang tidak menentu dan beban fisik kerap menguji daya tahan para siswa.

​”Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah bagaimana menyatukan chemistry antar anggota agar benar-benar padu, mengatasi rasa lelah fisik karena latihan intensif di tengah cuaca yang kadang tidak menentu, serta membagi fokus antara latihan dan tugas-tugas pelajaran di sekolah. Namun, berkat semangat juang anak-anak, semua tantangan itu berhasil dilewati dengan baik,” paparnya.

​​Bagi jajaran pembina, deretan piala yang dibawa pulang bukanlah akhir dari tujuan. Pembentukan karakter peserta didik menjadi esensi terpenting dari keikutsertaan mereka dalam gerakan kepramukaan.

​”Bagi saya, piala hanyalah bonus dari sebuah proses. Yang jauh lebih penting adalah pembentukan karakter anak-anak itu sendiri. Melalui kegiatan pramuka ini, kami ingin menanamkan nilai solidaritas, tanggung jawab, pantang menyerah, kemandirian, dan kreativitas,” tegas Bu Devi.

​”Bagaimana mereka belajar menghargai proses, saling mendukung rekan satu tim, dan bertanggung jawab penuh atas tugas yang diemban. Karakter-karakter inilah yang nantinya akan menjadi bekal utama mereka di dunia kerja maupun di tengah masyarakat.”

​Menutup wawancara, Bu Devi berharap raihan emas di ajang Kwarcab 2026 ini menjadi batu pijakan untuk melangkah lebih jauh.

​”Harapan saya, semoga pencapaian di tahun 2026 ini tidak membuat anak-anak cepat berpuas diri, tetapi justru menjadi pelecut semangat untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi lagi. Semoga Pramuka SMKN 1 Ponorogo bisa terus konsisten melahirkan generasi muda yang aktif, kreatif, berkarakter kuat, dan siap mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang bergengsi,” pungkasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here