KOTA, Media Ponorogo – Penampilan memukau dari Military Drum Band “Gita Ksatria Sterida” SMK PGRI 2 Ponorogo sukses menjadi menu pembuka yang megah dalam upacara penurunan bendera peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Ponorogo, Senin sore (17/8/2026).
Kehadiran korps drum band yang digawangi 85 personel gabungan kelas X, XI, dan XII ini bukan tanpa alasan.
Penampilan mereka merupakan penunjukan langsung dari Plt Bupati Ponorogo yang kemudian didisposisikan ke Polres Ponorogo.
Waka Kesiswaan SMK PGRI 2 Ponorogo, Teguh Eko Prayitno, S.Pd menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan besar yang diberikan kepada sekolahnya untuk mengisi acara sakral tingkat kabupaten tersebut.
“Hari ini acara kami dalam rangka penurunan bendera HUT ke-81 RI. Kami diberi kepercayaan untuk menampilkan military drum band Gita Ksatria Sterida SMK PGRI 2 Ponorogo. Sesuai rundown, tampil pada pra-upacara penurunan bendera,” ujar Teguh di sela-sela kegiatan.
Teguh menjelaskan bahwa penunjukan ini menjadi bukti nyata apresiasi pihak pemerintah daerah dan aparat kepolisian terhadap kualitas serta kedisiplinan ekstrakurikuler di SMK PGRI 2 Ponorogo.
“Penunjukan dari Bupati ini didisposisikan ke Polres Ponorogo. Pelatih kita juga punya ikatan serta kolaborasi yang baik dengan Polres, jadi kita saling support untuk menyukseskan kegiatan ini,” tambahnya.
Meski baru berdiri sekitar satu tahun, Gita Ksatria Sterida terbukti mampu membuktikan diri sebagai grup yang disegani dan sarat prestasi.
Kepercayaan tampil di panggung utama Alun-Alun Ponorogo ini sekaligus menegaskan posisi SMK PGRI 2 Ponorogo sebagai salah satu sekolah kejuruan unggulan di Jawa Timur.
“Ini bukti bahwa masyarakat sudah bisa melihat dan merasakan bahwasanya SMK PGRI 2 Ponorogo terbukti lebih maju. Penilaian itu datang dari masyarakat. Kami tidak perlu menggebu-gebu mempromosikan diri, tapi masyarakat sendiri yang menilai bahwa SMK PGRI 2 Ponorogo layak menjadi sekolah terbaik di Ponorogo maupun Jawa Timur,” tegas Teguh optimistis.
Persiapan Kilat 10 Hari dan Sentuhan Pelatih TNI AU
Dibalik tampilan yang dinamis dan simetris tersebut, rupanya ada proses gemblengan intensif yang cukup singkat.
Pelatih Gita Ksatria Sterida, Peltu Kholik, mengungkapkan bahwa jajarannya hanya memiliki waktu sekitar 10 hari untuk menggembleng seluruh personel.
“Persiapannya sekitar 10 hari latihan. Karena ada personel-personel baru, jadi dilatihkan dari awal untuk tiap-tiap alatnya masing-masing, sehingga dalam 10 hari mereka bisa menguasai materi,” ungkap Peltu Kholik.
Ia menerangkan, kunci kekuatan dari Gita Ksatria Sterida terletak pada disiplin ketat khas ketarunaan serta kolaborasi erat dengan jajaran TNI AU dalam proses pembinaannya.
“Seluruh pemain ini adalah anak-anak Taruna SMK PGRI 2 Ponorogo yang sudah melalui proses seleksi. Untuk pelatih intinya, kita bekerja sama dan berkolaborasi dengan pelatih dari TNI AU (AURI). Kebersamaan dan atraksi militer inilah yang menjadi ciri khas dan keistimewaan kami,” paparnya.
Formasi Huruf ‘T’ dan Atraksi Militer Menggelegar
Dalam pertunjukannya di Alun-Alun Ponorogo, barisan Gita Ksatria Sterida tampil memukau dengan menyajikan formasi angka dan huruf yang presisi.
Salah satu momen ikonik adalah saat pasukan melebarkan bentangan sayap utama membentuk Formasi Huruf T—simbol ketegasan, kesatuan, dan kejayaan.
Komposisi instrumen yang diterjunkan pun sangat lengkap, meliputi 6 penatara ma, 3 dikapati, 16 bass drum, 11 terompet, 12 tenor, 16 instrumen pengiring, 12 color guard (CG), serta 12 personel bellyra.
Decak kagum penonton kian memuncak saat korps drum band ini menampilkan atraksi khusus bertema militer yang dipadu dengan atraksi visual seni daerah, menciptakan kolaborasi pertunjukan yang megah dan berkarakter kuat.
Dengan suksesnya penampilan ini, drum band Gita Ksatria Sterida kian mengukuhkan diri sebagai icon kebanggaan baru, tak hanya bagi keluarga besar SMK PGRI 2 Ponorogo, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Ponorogo. (mas)










































