SUKOREJO, Media Ponorogo – Suasana pagi di wilayah Ponorogo bagian barat atau Kulon Kali khususnya di Kecamatan Sukorejo, Kamis (23/4/2026) tampak berbeda.
Sapuan kabut atau yang akrab disebut “pedhut” oleh warga setempat, turun menyelimuti persawahan dan jalanan, membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
Di tengah cuaca yang dingin tersebut, ada satu titik yang justru mulai menghangat dan ramai dikunjungi warga: Warung Pecel Bu Bonati, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pecel Bayan Jon.
Terletak di Desa Kranggan, tepat di perbatasan dengan Desa Nampan, warung ini menjadi jujugan utama bagi pecinta kuliner tradisional yang mencari kehangatan di tengah cuaca dingin.
Bukan sekadar nasi pecel biasa, warung ini menyajikan cita rasa “legend” yang sulit ditemukan di tempat lain.
Tak hanya soal alas makan, detail sayurannya pun unik. Pecel ini menggunakan kecambah atau capar panjang, jenis sayuran yang kini mulai jarang ditemukan di pedagang pecel kekinian.
Teksturnya yang renyah memberikan sensasi kres-kres yang menyatu sempurna dengan siraman sambal kacang.
Ade warga Jalan Parikesit Kecamatan Ponorogo salah satu pelanggan setia yang ditemui di lokasi menceritakan nikmatnya.
“Pecele kecambah/capar panjang. Jarang enek sak iki, ditambah dengan tahu yang anget-anget. Di tempat lain tempat gak ada,” kata Ade.
Sambal Pedas dan Tahu Hangat: “Obat” Ampuh Lawan Kabut
Bagi mereka yang mengantuk karena cuaca “pedhut”, sambal racikan Bu Bonati adalah penawarnya.
Sambal pecel di sini dikenal memiliki karakter pedas yang berani.
Rasa pedas yang dominan namun tetap gurih ini menjadi ciri khas yang dirindukan pelanggan setianya.
“Sambalnya khas, pedasnya mantap. Ditambah lagi ada tahu hangat yang baru diangkat dari penggorengan. Rasanya pas sekali untuk menghangatkan badan di pagi hari yang berkabut,” tambah Ade.
Salah satu daya tarik Pecel Bayan Jon adalah konsistensinya mempertahankan tradisi.
Selain bisa memilih wadah piring porselen, Bu Bonati juga bisa menggunakan daun jati sebagai alas makan.
“Makan di sini aromanya beda. Nasi hangat yang bersentuhan dengan daun jati itu memunculkan wangi alami yang menggugah selera, apalagi makannya pas cuaca dingin begini,” ujarnya.
Ikon Kuliner Perbatasan
Kesederhanaan warung Bu Bonati membuktikan bahwa kualitas rasa tetap menjadi magnet utama.
Keberadaan warung ini tak hanya menjadi tempat sarapan, tapi juga ruang interaksi warga dari dua desa, Kranggan dan Nampan.
Bagi Anda yang sedang melintas di wilayah Sukorejo atau sekadar ingin berburu kuliner autentik Ponorogo, Pecel Bayan Jon adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar.
Cukup dengan harga yang sangat terjangkau, Anda sudah bisa menikmati seporsi nostalgia di atas lembaran daun jati.
Satu saran untuk pengunjung: Datanglah lebih awal, terutama saat cuaca dingin seperti sekarang, sebelum kehabisan antrean tahu hangatnya. (mas)



















































