SETONO, Media Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo tengah gencar mengembangkan potensi wisata religi sebagai salah satu strategi untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1 triliun.
Langkah terbaru adalah revitalisasi dua destinasi wisata religi unggulan: Makam Bathoro Katong dan Masjid Hasan Besari Tegalsari.
Bupati Sugiri Sancoko, yang akrab disapa Kang Giri, berkolaborasi dengan Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi, untuk melibatkan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur dalam pembangunan infrastruktur pendukung.
Fokus utama revitalisasi adalah penyediaan fasilitas parkir yang memadai di kedua lokasi.
Kang Giri menjelaskan, “Konsepnya nanti seperti ziarah para wali. Perlu area parkir yang memadai dan pertokoan agar wisatawan merasa nyaman.”
Makam Bathoro Katong, putra Prabu Brawijaya V dan penyebar agama Islam di Ponorogo, akan mendapatkan lahan parkir seluas 1,5 hektare di selatan kantor Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan.
Fasilitas parkir yang memadai juga akan dibangun di sekitar Masjid Tegalsari, yang menyimpan makam Kiai Ageng Muhammad Besari, pendiri Pesantren Tegalsari yang berpengaruh besar dalam perkembangan Islam di Nusantara.
Untuk mengatasi masalah parkir di kawasan Masjid Tegalsari, Kang Giri berencana merelokasi Pasar Hewan Jetis ke dekat Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Jetis.
“Selama ini kendaraan besar yang membawa rombongan peziarah kesulitan mendapatkan tempat parkir,” ungkap Kang Giri.
Kang Giri optimistis revitalisasi ini akan menjadikan Makam Bathoro Katong dan Masjid Tegalsari sebagai destinasi wisata religi unggulan, berkontribusi signifikan terhadap PAD, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, beliau envisioning integrasi jalur wisata yang menghubungkan kedua lokasi dengan destinasi wisata lain seperti Telaga Ngebel dan Monumen Reog Ponorogo.
Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi, menyatakan kesiapannya untuk mendukung program ini dengan menggandeng berbagai kementerian terkait, termasuk Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa PDTT, BMKG, dan Basarnas.
“Saya akan kawal mulai perencanaan sampai realisasi program yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” tegas Ali Mufthi, mantan Ketua DPRD Ponorogo.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, pengembangan wisata religi di Ponorogo diharapkan dapat berjalan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan. (mas)















































