Home Daerah Diduga Depresi Warga Madusari, Siman Nekad Gantung Diri

Diduga Depresi Warga Madusari, Siman Nekad Gantung Diri

1079
0

PONOROGO (MP) –  Di duga depresi Misratun (43 tahun), seorang ibu rumah tangga nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dibelakang rumahnya, Desa Madusari Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo, Selasa (13/08/2019) pukul 11.00 wib.

Kasubag humas Polres Ponorogo Iptu. Edy Sucipta, SH saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan telah terjadi orang meninggal dunia karena gantung diri.

” Korban Misratun (43 thn), tempat kejadian di Dukuh Bantaran, RT 002/001 Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, wilayah hukum Polsek Siman,” ujarnya.

Barang bukti, lanjut Iptu. Edy, 1( satu ) buah Jarit motif batik warna coklat kombinasi putih.

“Ciri-ciri mayat, Panjang Mayat 153 Cm, Memakai kaos lengan panjang warna ungu, Celana panjang motif batik warna hitam-putih, Celana dalam warna coklat, Bh warna cream, Lebam mayat pada kaki dan punggung bagian belakang, Dubur tidak mengeluarkan kotoran, juga kemaluan tidak mengeluarkan cairan, terjadi Kaku mayat, Berdasarkan pemeriksaan luar tulang jakun patah.

“Tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan lainnya, selanjutnya korban diserahkan kepada ahli waris atau keluarganya untuk dimakamkan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku,” terangnya.

Kronologi kejadian kata Iptu. Edy,  Selasa, 13 Agustus 2019, sekitar pukul 09.00 WIB, Supriyono ( Suami Korban ) ketika bangun tidur menuju kemeja makan, namun tidak menemukan makanan dan minuman seperti biasanya yang dihidangkan oleh korban (istrinya).

“Supriyono berusaha mencari istrinya (korban) didalam rumah namun tidak menemukannya. Selanjutnya dia menyuruh anaknya ( Rifa Arif Hidayat) untuk membeli sarapan. Setelah sarapan kedduanya bekerja seperti biasa di Bengkel milikya yang berada didepan rumah,” tambahnya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Supriono/suami  bermaksud buang air kecil ke belakang rumah, dan melihat istrinya ( korban) sudah dalam keadaan menggantung di besi beton dinding bengkel yang ada dibelakang rumah.

“Melihat kejadian itu, Supriono memanggil anaknya untuk menurunkan korban dengan cara melepas ikatan jarit pada leher korban. Keduanya berusaha menolong korban dan dibawa ke RSUD dr. Hardjono Ponorogo. Namun sesampai di Rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Menurut keterangan saksi  dari anak korban beberapa hari belakang ini ibunya nampak berubah menjadi pendiam dan sering melamun

Atas laporan ini Polsek Siman,  mendatangi TKP,  memintakan Visum et Revertum, mencari saksi dan barang bukti. (mny).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here