SLAHUNG, Media Ponorogo – Menginap di rumah warga, mendengar keluh kesah tanpa sekat, hingga ikut menari Reog bersama masyarakat.
Itulah potret kedekatan Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., saat meluncurkan program “Bunga Desa” (Bunda Menginap di Desa).
Program inovatif ini resmi diawali di Desa Senepo, Kecamatan Slahung, pada 24–25 April 2026. Selama dua hari satu malam, Bunda Lisdyarita membuktikan bahwa memimpin bukan sekadar duduk di balik meja, melainkan hadir secara fisik dan batin di tengah-tengah rakyatnya.
Belanja Masalah Tanpa Perantara
Tidak datang sendirian, Bunda Lisdyarita memboyong jajaran Kepala Perangkat Daerah untuk turut serta menginap di rumah-rumah warga yang tersebar di berbagai titik desa. Tujuannya jelas: agar setiap kendala birokrasi dan kebutuhan warga bisa langsung diidentifikasi oleh dinas terkait.
Melalui forum terbuka bertajuk “Srawung Warga”, suasana cair tercipta. Warga dengan leluasa menyampaikan aspirasi mulai dari masalah infrastruktur hingga pengembangan ekonomi lokal.
“Aspirasi, masukan, atau keluh kesah dari Bapak dan Ibu silakan disampaikan. Saya datang bersama para Kepala Dinas, kita urai dan kita tindak lanjuti bersama-sama,” tegas Bunda Lisdyarita di hadapan warga.
Menggali “Harta Karun” di Desa Senepo
Selain menyerap keluhan, fokus utama Bunga Desa adalah memetakan potensi lokal yang bisa “naik kelas”. Bunda Lisdyarita melihat Desa Senepo memiliki modal besar, tidak hanya di sektor pertanian dan UMKM, tetapi juga pada kekayaan budaya dan kearifan lokalnya.
Kehadiran Bunda Lisdyarita pun disambut hangat dengan berbagai atraksi budaya:
Seni Karawitan: Penampilan merdu dari kelompok Giri Mustiko Laras.
Reog Thik: Bunda Lisdyarita tampak antusias ikut menari bersama grup Turonggo Sakti.
Ritual Longkangan: Sebuah tradisi sakral sedekah mata air. Bunda Lisdyarita mengikuti prosesi pengambilan Banyupanguripan dari Belik Wonorejo yang kemudian diarak menuju Balai Desa.
Menuju Kemandirian Desa
Bagi Bunda Lisdyarita, setiap potensi budaya dan ekonomi adalah mesin penggerak kesejahteraan masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan potensi-potensi tersebut agar Desa Senepo bisa menjadi desa yang mandiri.
“Desa Senepo potensinya besar sekali. Pertanian, UMKM, keseniannya, hingga semangat gotong royong masyarakatnya luar biasa. Ini adalah modal besar untuk kemajuan kita bersama,” pungkasnya.
Lewat program Bunga Desa, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap dapat memangkas jarak komunikasi antara pemimpin dan rakyat, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan. (ist/mas)


















































