MADINAH, Media Ponorogo – Sampai hari ke empat calon jamaah haji Ponorogo di Madinah begitu nyaman-nyaman saja. Bahkan banyak calon jamaah haji yang mengapresiasi catering ala nusantara sehingga tidak menimbulkan kejenuhan soal makanan.
Muhammad Yani, calon jamaah haji yang juga wartawan Ponorogo melaporkan dari kota Madinah, makanan yang dikemas ala MBG untuk makan siang dihari ketiga berisi nasi putih, daging sapi dan kering teri dan kacang + buah pisang.
Untuk makan pagi berisi: nasi goreng, telur bumbu dan kering tempe +buah apel.
“Karena sajian makanan calon jamaah haji ala nusantara ini cocok, banyak calon jamaah yang membawa bekal tambahan dari tanah air seperti sambel pecel, sambel terasi dan lain-lainnya malah banyak yang belum di makan,” kata Yani yang menjadi wartawan sudah 36 tahun.
Sajian catering ala nusantara juga mendapat apresiasi dari Slamet Abdillah, calon jamaah haji kloter SUB 19 Regu 30 dari Sinduro Pakunden Ponorogo. Bahkan saking senangnya sajian yang diberikan, beliau berkirim WA ke beberapa sejawatnya di kantor kemenhaj Ponorogo, KBIHU Al Haromain, dan Ketua MUI Ponorogo, Dr.Lutfi Hadi Aminudin untuk berbagi kebahagiaan.
“Pengalaman saya saat umroh dulu, sajian makanan betul-betul menjemukan. Lidah kita tidak terbiasa dengan masakan ala arab. Saat ini yang saya rasakan seperti makan di rumah sendiri ” ungkapnya.
Sementara itu cuaca hari ke empat di kota Madinah sangat bersahabat. Usai sholat subuh suhu berada pada kisaran 23 derajat Celcius dan siang hari berada pada suhu 27 derajat Celcius.
Muhammad Yani, calon jamaah haji yang juga jurnalis Ponorogo melaporkan dari kota Madinah.
“Karena cuaca bersahabat banyak calon jamaah yang dari tanah kurang enak badan malah tambah sehat.
Hal itu dialami oleh Jemari calon jamaah haji kloter SUB 19 dari Ronowijayan. Saat ditanah air berjalan 100 meter saja kaki sudah nyeri dan linu. Kini setelah ditanah air Jemari bolak-balik ke masjid Nabawi menjalankan sholat lima waktu malah kuat dan nyerinya hampir hilang. Bahkan alat bantu igrang nyaris tidak terpakai.
“Alhamdulillah mas, kaki saya serinya makin hilang dan saya kuat berjalan jauh tanpa alat bantu,” ungkapnya kepada Yani.(*)
















































