
KOTA, Media Ponorogo – Pasar malam di Alun-Alun Ponorogo menjadi pusat hiburan rakyat yang luar biasa meriah selama libur lebaran.
Kehadiran berbagai wahana permainan dalam balutan pasar malam tidak hanya menyedot antusiasme warga lokal, tetapi juga mulai mencuri perhatian wisatawan dari luar daerah.
Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, atau yang akrab disapa Bunda Rita, merasakan langsung atmosfer kegembiraan tersebut saat mengunjungi lokasi.
Menurutnya, kemeriahan di jantung kota Reog ini memberikan pengalaman hiburan yang unik, memadukan modernitas wahana dengan sentuhan kearifan lokal yang kental.
Daya Tarik “Tong Setan” dan Akrobatik Lokal
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Bunda Rita adalah saat menyaksikan atraksi ekstrem “Tong Setan” dan “Ombak Banyu”.
Bunda Lis, sapaan akrabnya, menceritakan pengalamannya membawa tamu dari luar kota, seperti Pacitan dan Yogyakarta, yang dibuat takjub oleh nyali para pemain atraksi tersebut.
“Seru habis, berasa di Disneyland kata tamu-tamu dari luar kota. Tapi ini dengan kearifan lokal, apalagi Ombak Banyu, berasa melihat atraksi akrobat,” ungkap Bunda Rita kepada awak media.
Kehadiran wahana seperti bianglala yang ikonik, jet coaster, hingga rumah hantu, menambah deretan alasan mengapa Alun-Alun menjadi magnet kunjungan.
Bunda Lis menilai, jika potensi ini terus dikemas dengan konten digital yang apik, Ponorogo akan semakin dikenal luas dan mengundang lebih banyak pelancong datang.
Dorong Ekonomi Lewat Konten Kreatif
Selain menikmati hiburan, Bunda Lis menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pengelola media sosial untuk mempromosikan potensi daerah.
Ia mendorong tim kreatif dan dinas terkait, seperti Kominfo, untuk lebih gencar menginformasikan berbagai capaian dan hiburan yang ada di Ponorogo.
“Supaya masyarakat paham, oh di Ponorogo itu ternyata contohnya Alun-Alun hari ini ramai banget, wahananya banyak sekali. Kalau kita bisa bikin konten-konten gitu, wah makin ramai ini Ponorogo,” tambahnya.
Dengan geliat pasar malam ini, diharapkan roda ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima hingga pengelola jasa mainan, dapat terus berputar sekaligus memperkuat posisi Ponorogo sebagai destinasi wisata keluarga yang terjangkau namun berkesan. (mas)














































