KOTA, Media Ponorogo – Dalam upaya menjaga kondusivitas informasi di tengah masyarakat, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, menggelar agenda silaturahmi bersama puluhan awak media dan penggiat media sosial di Pringgitan (Rumah Dinas Bupati), Kamis malam (19/3).
Acara yang dikemas dalam suasana makan malam santai tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mempererat hubungan dengan insan pers.
Sosok yang akrab disapa Bunda Rita ini menekankan bahwa media memiliki peran krusial sebagai penjernih informasi di tengah derasnya arus hoaks.
Klarifikasi Isu Strategis
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rita secara terbuka memberikan klarifikasi terkait beberapa isu yang sempat menjadi pembicaraan hangat, di antaranya:
Open Bidding Jabatan Sekdakab: Ia menegaskan bahwa proses seleksi terbuka telah berjalan sesuai prosedur administratif yang berlaku. Perpanjangan waktu pendaftaran dilakukan semata-mata untuk memastikan partisipasi yang maksimal.
Kebijakan Sewa Mobil Dinas:
Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran guna menekan biaya perawatan kendaraan yang tinggi.
Pemerintah juga telah menetapkan aturan ketat agar fasilitas tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk mudik.
“Ayo kita menyatukan langkah membangun Ponorogo. Saya berharap kita bisa satu suara dalam meluruskan informasi yang keliru. Jika tidak segera diluruskan, hoaks akan liar berkembang,” ujar Hj. Lisdyarita di hadapan para jurnalis.
Komitmen Terhadap Kesejahteraan Jurnalis
Tak hanya bicara soal pemberitaan, Bunda Rita juga menunjukkan kepeduliannya terhadap ekosistem media di Ponorogo. Ia membuka ruang diskusi seluas-luasnya terkait upaya peningkatan kesejahteraan jurnalis dan penguatan komunikasi melalui Dinas Kominfo.
“Bunda ingin mendengar langsung masukan dari teman-teman. Kira-kira apa yang bisa kita sinergikan, baik soal kesejahteraan maupun program kerja ke depan, agar semua berjalan beriringan demi kemajuan daerah,” tambahnya.
Dedikasi di Tengah Kesibukan
Meski kondisi kesehatannya sedang kurang fit akibat jadwal agenda pemerintahan yang padat, Bunda Rita tetap memprioritaskan dialog langsung dengan awak media. Dedikasi ini diapresiasi oleh para jurnalis yang hadir sebagai bentuk transparansi publik yang baik.
Menutup pertemuan, ia berpesan agar media tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dan narasi positif dalam memberitakan program pembangunan daerah.
“Mari beritakan hal-hal yang benar dan konstruktif demi kemajuan Ponorogo yang kita cintai,” pungkasnya. (mny)
















































